Browsing Category:

Catatan Harian

Contoh Artikel Basa Sunda

Posted in Catatan Harian by

Teknologi informasi dina mangsa kiwari geus jadi pangabutuh anu teu bisa dipisahkeun jeung kahirupan masarakat di kota atawa di desa lain ngan ukur jalma nu boga kapentingan husus di widang bisnis atawa urusan penting sejena, tapi barudak sakola oge geus diwanohkeun jeung eta teknologi, nu dipiharep sangkan bisa ngigelan jaman teu katinggaleun kalindes ku wanci nu beuki maju.

Sumebarna eta teknologi bisa mawa pangaruh nu hade, oge bisa nimbulkeun pangaruh goreng, hal eta gumantung ka jalma nu ngagunakeun eta teknologi.

Rupa-rupa wujud hasil teknologi diantarana bae Han Phon jeung komputer, di lingkungan barudak sakola eta dua ngaran geus teu aheng deui. Lantaran eta barang geus jadi kaulinan anu teu saeutik meakeun waktu jeung waragad, temahna bisa ngalantarankeun barudah sakola poho kana waktu nu utama keur diajar, tepi teu sakabehna kitu aya oge nu ngamanpaatkeun eta teknologi keur kaperluan diajarna.

Kaparigelan nonoman dina ngakolakeun eta teknologi kawilang nyongcolang upama seug dibandingkeun jeung kolot-kolotna, tapi dumasar kana hal eta kolot barudak kudu taliti tur surti dina nalingakeun ketakna barudak ulah nepika salah lengkah tur pamolah, ku alatan teknologi anu salah ngalarapkeunanana

Teu kurang ti welasan warnet nu ngadeg meh disaban tempat, warnet-warnet kasebut baris nedunan pangabutuh barudak sakolah pikeun kaperluan diajar atawa migawe tugas pikeun nu can ngabogaan komputer atawa leptop sorangan.

Teu saeutik balukar anu goreng alatan teknologi informasi kiwari nu tumerapna ka rumaja, geus loba kajadian anu kaalaman ku rumaja alatan internet upamana bae malesna diajar, runtagna ahlak alatan lalajo pintonan nu teu payus keur barudak, jual beli barang haram jeung sajabana.

Kahariwang kolot, alatan eta teknologi geus jadi alesan pikeun nalingakeun budakna sangkan teu jadi korban pangaruh gorengna, tapi manfaatna kawilang gede kacida pikeun kamajuan sagala widang.

Komputer jeung sabangsana kacida pisan pentingna dina sagala widang, boh kusabab bisa ngarengsekeun urusan kalawan gancang tur rapih, ngawasa elmuna kacida diperlukeunana pikeun ngungkulan jaman jeung ngjawab tangtangan kahirupan.

September 24, 2012
/

Apa Pengertian Karangan dan Jenis-Jenis Karangan dalam Bahasa Indonesia

Posted in Catatan Harian by

Pengertian karangan dalam kamus yaitu hasil mengarang, tulisan, cerita pendek, buah pena (depdikbud 1995 : 445). Sebelum penulis mengemukakan pengertian karangan menurut para pakar bahasa yang lain, terlebih dahulu penulis akan mengemukakan pengertian mengarang “Merangkai, menyusun secara cermat buah pikiran kedalam bentuk tulisan beruntun dan teratur tentang suatu masalah. Istilah lain yang sering digunakan adalah menulis” (Syamsudin 1994 : 2).

Berdasarkan pengertian mengarang yang telah penulis kemukakan di atas, maka mengarang merupakan kegiatan berbahasa tulis, hasil kegiatan itu disebut karangan.

Pengklasifikasian karangan dapat ditinjau dari dua segi. Ditinjau dari segi isi, maka karangan dapat dibedakan menjadi karangan fiksi dan nonfiksi atau rekaan dan ilmiah. Kedua karangan ini memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Karangan fiksi (rekaan) berisi cerita yang bukan kenyataan tetapi merupakan hayalan atau imajinasi pengarang, sedangkan karangan ilmiah (non fiksi) merupakan karangan yang isinya dapat dibuktikan dan dipertanggungjawabkan berdasarkan ilmu karena bersifat ilmiah. Karangan ilmiah (fiksi) menggunakan bahasa dengan kata yang bermakna konotasi.

Ditinjau dari cara menyampaikan masalahnya dalam karangan, maka karangan dapat dibagi menjadi beberapa jenis.

Karangan Narasi
Karangan narasi adalah karangan yang mengisahkan, menceritakan, suatu peristiwa atau masalah yang disusun secara kronologis (sistematika kewaktuan) dengan tujuan memperluas wawasan seseorang.

Karangan Eksposisi
Karangan eksposisi adalah karangan yang menjelaskan, menerangkan, memberitahukan suatu masalah atau objek agar orang lain mengetahuinya. Dari karangan ini diharapkan orang yang tidak mengetahui menjadi tahu dan yang tidak jelas menjadi jelas setelah membaca karangan ini.

Karangan Argumentasi
Karangan argumentasi adalah karangan yang mengutarakan alasan untuk membuktikan sesuatu, dengan maksud meyakinkan pembaca tentang sesuatu yang menjadi topik dalam karangan itu.

Karangan Deskripsi
Karangan deskripsi adalah karangan yang memaparkan, menggambarkan secara rinci dengan menyertakan bukti-bukti sehingga pembaca seolah-seolah terlibat didalamnya secara langsung.

Karangan Persuasi
Karangan persuasi adalah adalah karangan yang mempengaruhi, mengajak, menganjurkan sesuatu kepada orang lain uyntuk berbuat atau bertindak sesuai dengan yang diharapkan pengarang.

September 17, 2012
/

Contoh Gaya Bahasa Kiasan

Posted in Catatan Harian, Makalah by

Gaya bahasa kiasan ini menurut pendapat Keraf (1985 : 136) adalah pertama-tama dibentuk berdasarkan perbandingan atau perasaan. Membandingkan sesuatu dengan sesuatu hal yang lain, berarti mencoba menemukan ciri-ciri yang menunjukkan kesamaan antara kedua hal tersebut. Perbandingan sebenarnya mengandung dua pengertian, yaitu perbandingan yang termasuk dalam gaya bahasa yang polos atau langsung, dan perbandingan yang termasuk dalam gaya bahasa kiasan.

Persamaan atau simile adalah perbandingan yang bersifat eksplisit. Yang dimaksud dengan perbandingan yang bersifat eksplisit ialah ia langsung menyatakan sesuatu sama dengan hal lain. Untuk itu, ia memerlukan upaya yang secara eksplisit menunjukkan kesamaan itu, yaitu kata-kata : seperti, sama, sebagai, bagaikan, laksana, dan sebagainya.

Metafora adalah semacam analogi yang membandingkan dua hal secara langsung, tetapi dalam bentuk yang singkat : bunga bangsa, buaya darat, buah hati, cinderamata, dan sebagainya. Contoh Gaya bahasa metafora : Dan jadilah ia bunga kampung nelayan sepenggal pantai keresidenan Jepara Rembang

Personifikasi adalah semacam gaya bahasa kiasan yang menggambarkan benda-benda mati atau barang-barang yang tidak bernyawa seolah-olah memiliki sifat-sifat kemanusiaan. Contoh : Angin yang bersuling di puncak pohon-pohon cemara tidak membuat pertumbuhannya lebih baik

Alusi adalah semacam acuan yang berusaha mensugestikan kesamaan antara orang, tempat, atau peristiwa. Biasanya alusi ini adalah suatu referensi yang eksplisit kepada peristiwa-peristiwa, tokoh-tokoh, atau tempat dalam kehidupan nyata, mitologi, atau dalam karya-karya sastra yang terkenal.

Sinekdoke adalah semacam bahasa figuratif yang mempergunakan sebagian dari sesuatu hal untuk menyatakan keseluruhan atau mempergunakan keseluruhan untuk menyatakan sebagian.

Metonimia adalah gaya bahasa yang mempergunakan sebuah kata untuk menyatakan suatu hal lain, karena mempunyai pertalian yang sangat dekat. Hubungan itu dapat berupa penemu untuk hasil penemuan, pemilik barang yang dimiliki, akibat untuk sebab, sebab untuk akibat, dan sebagainya. Seperti : Pertanyaan itu seketika menyadarkan Gadis Pantai dari pukauan

Antonomasi juga merupakan bentuk khusus dari sinekdoke yang berwujud penggunaan sebuah epiteta untuk menggantikan nama diri, atau gelar resmi, atau jabatan untuk menggantikan nama diri. Read more…

September 11, 2012
/

Apakah Unsur-unsur Pembentuk Novel?

Posted in Catatan Harian, Makalah by

Untuk lebih jelasnya mengenai unsur-unsur novel dapat dibagi atas beberapa bagian. Unsur-unsur novel tersebut merupakan unsur-unsur pembentuk fiksi. Unsur-unsur novel tersebut adalah sebagai berikut:

Tema
Pada dasarnya tema adalah dasar cerita, yakni pokok persoalan yang mendominasi suatu karya sastra, sebagaimana dikemukakan oleh Aminuddin (1995:91), tema adalah ide yang mendasari suatu cerita sehingga berperan juga sebagai pangkal tolak pengarang dalam memaparkan karya fiksi yang diciptakan.

Senada dengan pendapat di atas, Sayuti (1996:118) menjelaskan bahwa tema adalah makna cerita, gagasan sentral atau dasar cerita. Maksudnya adalah sesuatu yang hendak diperjuangkan melalui tulisan atau karya fiksi.

Selain ide cerita, tema dapat berupa pandangan hidup. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Brook dkk., bahwa tema adalah pandangan hidup yang tertentu mengenai kehidupan atau rangkaian nilai-nilai tertentu yang membentuk atau membangun dasar atau gagasan utama dari suatu karya sastra (Tarigan, 1984:125).

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, penulis berkesimpulan bahwa tema adalah ide cerita yang berupa pandangan hidup pengarang yang disampaikan melalui karya sastra.

Amanat
Amanat atau tujuan pengarang yang disampaikan kepada pembaca melalui karyanya. Amanat dapat disampaikan oleh pengarang baik secara langsung maupun tidak langsung. Artinya amanat yang disampaikan langsung apabila amanat tersebut tersurat dalam karya sastra. Sedangkan amanat yang disampaikan secara tidak langsung, apabila amanat tersebut tersirat dalam karya sastra.

Hal ini sejalan dengan pendapat Zulfahnur (1996:26) yang mengatakan bahwa amanat dapat diartikan sebagai pesan berupa ide, gagasan, ajaran moral, dan nilai-nilai kemanusiaan yang ingin disampaikan pengarang lewat ceritanya. Amanat dalam karya sastra dapat disampaikan pengarang secara eksplisit maupun implisit. Read more…

September 7, 2012
/