Mak Isun adalah seorang kusir bendi yang miskin, ia sangat rajin bekerja, lama kelamaan tabungannya menjadi banyak. Kini, Mak Isun telah memiliki sebuah kuda dan bendi sendiri.

Tak lama kemudian, ia sudah mampu membeli beberapa kuda dan bendi. Mak Isun kini telah menjadi seorang jurgan bendi rupanya, Mak Isun masih belum puas dengan kehidupannya saat ini.

Suatu sore, ia melihat seorang pria yang membawa seekor beruk. Beruk adalah kera besar dapat diajarkan memetik buah kelapa.

Mak Isun berpikir, ternyata penghasilan seorang tukang beruk lumayan juga. Ia pun langsung tertarik untuk menggeluti bisnis itu. Sejak itu, Mak Isun menjadi seorang juragan bendi dan juga jurgan beruk.

Selain menyewakan beruknya kepada orang lain, ia juga membeli kelapa yang menjadi upah tukang beruk dengan harga yang murah.

Kelapa-kelapa itu dibuat menjadi kopra dan dijualnya kembali. Sekarang Mak Isun kini menjadi seorang jurugan bendi, juragan beruk serta pedagang kopra. Kehidupannya sangat makmur, kekayaannya sangat berlimpah.

Suatu ketika, tersiar kabar bahwa harga kopra sedang melambung tinggi, terlintas di pikiran Mak Isun untuk menaikan harga sewa beruknya. Semua tukang beruknya tidak setuju, karena bisa kehilangan pelanggan. Mak Isun tidak mau mendengarkan perkataan para tukang beruknya.

Para tukang beruk itu menjadi kesal, maka mereka memutuskan untuk menakut-nakuti Mak Isun. Pada pagi hari, ketika baru bangun tidur, Mak Isun sangat terkejut karena disekitar rumahnya, banyak sekali beruk, ia sangat ketakutan dan berteriak minta tolong, tetapi tak seorang pun yang menolongnya. Para tukang beruk menyaksikan dari kejauhan sambil menahan tawa, sejak kejadian itu menyadari ketamakannya. Mak Isun berjanji tidak akan menaikkan harga sewa beruknya. Ia meminta maaf kepada semua tukang beruk. Pada akhirnya, keserakahannya itu membawa bencana bagi dirinya sendiri.

Tokoh Cerita : Mak Isun, Pak Sole

Komentar :
Dalam cerita ini menceritakan Mak Isun seorang yang rajin bekerja sampai bisa membeli kuda dan bendi sendiri. Tapi dengan keberhasilannya Mak Isun menjadi seorang yang serakah dan tidak mendengar pendapat para pegawainya.

Pesan Moral :
Jangan bersikap serakah, syukurilah segala sesuatu yang sudah kita miliki. Keserakahannya akan membawa bencana seperti yang dialami oleh Mak Isun.

loading...

Related Posts: