Daftar Istilah Kesehatan

Posted in Catatan Harian, Makalah by

Morbiditi, Morbiditas -Perbandingan jumlah orang yang sakit dan orang sehat dalam suatu populasi

Infeksi – Masuknya bibit penyakit ke dalam tubuh khususnya mikroba.

Imunosupresi – Penekanan reaksi imun, usaha mencegah dan mengurangi reaksi imun

Imun – Kebal terhadap penyakit

Reaktivasi – Mengaktifkan kembali

Analisis – Menentukan komponen-komponen suatu substansi

Protozoa – Filum yang mencakup organisme-organisme paling sederhana dari kerajaan hewan

Uniseluler – Bersel satu

Deskuciminasi – Pengelupasan, terlepasnya sisik-sisik atau lembaran lapisan tanduk epidemik.

Resorbsi – Penyerapan zat yang membantu proses penyerapan.

Imunokompeten – Kegagalan sistem Imun.

Sporozoit – Stadium infektif dalam kelenjar nyamuk yang dibentuk dalam ookista melalui proses sporogoni.

Hipnozoit – Bentuk sporozoit yang inaktif (“dormant”) pada P.vivax dan menyebabkan relaps

Skizon – Stadium yang ini mengalami aseksual dengan cara pembelahan ganda atau segmentasi. Skizon dapat ditemukan dalam sel hati (skizon pra-eritrosit) atau dalam eritrosit (skizon eritrosit).

Merozoit – Hasil pembelahan melalui skizogoni.

Stadium ekso-eritrosit sekunder (stadium pra – eritrosit “lambat”) – Istilah ini dipakai skizon yang berkembang dalam hati akibat invasi merozoit dari skizon pra-eritrosit. Sekarang diduga bahwa reinfeksi sel hati tidak disebabkan oleh merozoit pra-eritrosit.

Trofozoit – Stadium aseksual dengan inti satu, yang terdapat di dalam eritrosit.

Mikrogametosit – Gametosit jantan yang membentuk sejumlah mikrogamet.

Eksflagelasi – Proses pembentukan mikrogamet dari mikrogametosist

Makrogametosit – Gametosit betina yang membentuk hanya satu makrogamet.

Zigot – Telur ang dibuahi, dalam hal ini makrogamet yang dibuahi mikrogamet.

Ookinet – Stadium zigot yang masih bergerak aktif sebelumstadium ookista.

Ookista – Zigot yang sudah membentuk dinding kista.

Sporogoni – Fase seksual dalam lingkaran hidup protozoa tertentu. Pada Plasmodium fase ini berlangsung dalam vektor nyamuk.

Pulasan Romanovsky – Campuran biru metilen, eosin dan azur metilen. Pulasan Giemsa Leishman dan Wright adalah beberapa contoh pulasan Romanovsky.

Titik Schuffner – Titik-titik halus berwarna merah muda yang tampak dalam eritrosit yang diinfeksi oleh P. vivax dan P. ovale dalam sediaan dengan pulasan Romanovsky. Titik ini tampak lebih dini dan lebih banyak pada P. ovale daripada P. vivax.

Titik Maurer – Titik-titik agak kasar dengan bentuk tidak teratur yang tampak dalam eritrosit yang dihinggapi P. falciparum pada sediaan dengan pulasan Romanovsky.

Titik Zieman – Titik-titik halus berwarna merah muda yang kadang-kadang tampak dalam eritrosit yang dihinggapi P.malariae pada sediaan dengan Romanovsky.

Masa inkubasi – Interval antara masuknya sporozoit sampai timbulnya gejala klinik pertama :
P. falciparum 8 sampai 20 hari
P. vivax 12 sampai 15 hari
P. Malariae kira-kira 24 hari
P. ovale kira-kira 18 hari.

Masa pra-paten – Waktu minimum antara masuknya sporozoit dan ditemukannya parasit dalam eritrosit :
P. falciparum 6 sampai 1 2 hari
P. vivax 10 sampai 12 hari
P. Malariae kira-kira 21 hari
P. ovale kira-kira 14 hari.

Masa laten – Waktu antara serangan malaria pertama dan relaps. Selama masa ini tidak ada parasit dalam peradaran darah.

Paroksisma – Serangan demam karena keluarnya merozoit pada waktu skizogoni eritrosit.

Rekrudesensi – Serangan demam ulang karena infeksi yang disebabkan oleh eritrosit yang masih hidup.

Relaps (rekurens) – Serangan demam karena infeksi yang ditimbulkan oleh stadium pra-eritrosit “lambat” (dulu dikenal sebagai stadium ekso-eritrosit sekunder).

Re-infeksi – Serangan demam yang disebabkan oleh infeksi yang bukan timbul dari infeksi lama, tetapi disebabkan oleh infeksi baru.

Koagulasi intravaskuler diseminasi (DIC = disseminated intravasculer coagulation) – Sindrom yang disebabkan oleh pembentukan banyak trombus berfibrin dalam pembuluh darah halus.

Sindrom distres/kesukaran pernapasan yang akut – Dengan tanda-tanda pernapasan cepat dan sianosis. Dapat terjadi pada infeksi P. falciparum dan prognosis buruk.

February 20, 2011
/
Previous Post Next Post

Leave a Reply

loading...

You may also like