Dengan semakin berkembangnya jumlah penduduk, maka semakin bertambah pula kebutuhan akan sandang, pangan dan papan. Sehingga mau tidak mau manusia harus mengambilnya dari lingkungan alam. Sehingga akibat dari pengambilan kekayaan lingkungan alam yang tidak terbatas menyebabkan dampak buruk bagi lingkungan

Pertanian
Bumi kita kira-kira 3,2 milyar hektar tanah yang potensial baik untuk pertanian. Separuh dari luas tanah itu yang paling subur dan paling mudah dijangkau oleh manusia telah digarap secara turun temurun dan terus menerus. Semakin bertambah manusia, cenderung semakin berkurang lahan pertanian dan pemukiman.

Diperkirakan pada saat jumlah penduduk dunia menjadi 2 kali lipat akan dihadapi krisis kekurangan tanah yang serius. Krisis kekurangan tanah pertanian tidaklah muncul secara tiba-tiba, melainkan diawali dengan berbagai gejala sebelum kebutuhan tanah pertanian melebihi dari cadangan tanah yang masih ada. Krisis berikutnya, segera menyusul. Produksi pangan tidak mencukupi kebutuhan hidup manusia. Produksi pangan seolah-olah tidak punya arti apa-apa, begitu mucul akan hilang lenyap ditelan lautan manusia. Harga-harga pangan akan melambung tinggi, sehingga pada saat terjadi bahaya kelaparan.

Hutan
Ada banyak sekali manfaat hutan yaitu diantaranya sebagai paru-paru dunia dan penghambat banjir.

Sebagai paru-paru dunia
Kita tahu bahwa di hutan terdapat banyak pepohonan hijau. Pepohonan tersebut melakukan fotosintesis sehingga akhirnya menghasilkan O2. Dan salah satu ciri dari hidup bahwa manusia itu bernafas dimana kita menyerap O2 dan mengeluarkan CO2. Dan bayangkan bagaimana seandainya hutan habis ditebang hanya untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas.

Sebagai Penghambat Banjir
Bencana banjir di Indonesia disebabkan oleh kerusakan hutan, baik disebabkan berladang secara berpindah-pindah, penabangan kayu oleh masyarakat sebagai mata pencaharian, penebangan kayu untuk dijadikan bahan energi dan untuk keperluan sendiri maupun untuk diperdagangkan, dan yang paling parah adalah penebangan secara modern dan besar-besaran oleh pengusah-pengusah kayu tanpa disertai seleksi yang baik dan tanpa disertai penanaman kembali.

Penebangan pohon-pohon di hutan tanpa penanaman kembali akan mengakibatkan lahan gundul sehingga ketika hujan air tidak diserap tanah karena tidak ada akar, sehingga air terus turun ke bawah dan terjadi banjir.

Pencemaran
Dari segi lain, akibat pertumbuhan penduduk eksponensial, lingkungan perkotaan mengalami pencemaran cukup berat, bersumber dari knalpot-knalpot kendaraan bermotor yang memuntahkan produk-produk karbondioksida setiap saat.

Pada sisi lain penduduk perkotaan juga diancam oleh membengkaknya polutan (zat-zat pencemaran yang menimbulkan polusi), sampah, limbah industri dan limbah rumah tangga.

Kini ancaman polutan bagi umat manusia yang sangat serius datang dari sampah-sampah organik. Beberapa contoh akibat semakin banyak sampah organik dibuang ke luar Baltik yang kemudian membusuk, kadar zat asam di dalam air laut terus menerus berkurang. Hal ini berakibat akan mematikan makhluk-makhluk hidup di laut, tidak terkecuali ikan.

Akibat dari eksploitasi yang melampui batas, secara langsung mempengaruhi kesehatan manusia, kesehatan lingkungan yang tidak memenuhi syarat menimbulkan macam-macam penyakit yang menyebabkan kematian ribuan orang setiap hari. Di negara berkembang penyakit yang membawa maut ialah penyakit menular seperti TBC, radang paru-paru, tipus, kolera dan sebagainya. Khususnya kesehatan lingkungan yang tidak memenuhi syarat, seperti air minum yang tidak baik, bahan makanan dijual tanpa kontrol, pemukiman yang tidak memenuhi syarat, tidak tersedianya fasilitas buang air, saluran-saluran air limbah, pembuangan sampah tidak teratur, tidak tersedianya air bersih dan sebagainya.

loading...

Related Posts: