Objek Wisata Panjalu

Posted in Makalah, Sejarah by

Kecamatan Panjalu memang tidak begitu besar namun didalamnya terdapat potensi yang besar, penduduknya cukup padat. Kecamatan Panjalu mempunyai empat bagian, yaitu bagian utara, bagian selatan, bagian timur dan bagian barat.

Setiap bagian-bagian dari kecamatan Panjalu terdapat pemukiman-pemukiman atau rumah-rumah penduduk. Tapi pemukiman yang paling padat yang ada di kecamatan Panjalu terdapat di bagian timur dan barat. Untuk lebih jelasnya, bagian-bagian dari kecamatan Panjalu adalah sebagai berikut :

Sebelah Utara Pasar
Sebelah utara dari Kecamatan Panjalu terdapat pasar. Pasar Panjalu merupakan pusat perbelanjaan di kecamatan Panjalu. Disana juga merupakan tempat pusatnya alat transportasi umum, seperti mobil, angkutan umum, ojeg, becak dll

Sebelah Selatan Situ
Situ yang berada di sebelah selatan kecamatan Panjalu namanya adalah Situ Lengkong. Situ Lengkong tersebut merupakan obyek wisata yang cukup terkenal. Selain itu Situ Lengkong juga merupakan ciri khas dari Panjalu. Banyak wisatawan dari luar dan dalam daerah yang mengunjungi Situ Lengkong Panjalu. Biasanya mereka datang kesana hanya untuk sekedar rekreasi atau refreshing. Bahkan ada juga yang datang untuk berziarah.

Sebelah Timur Pemukiman
Sebelah timur dari wilayah Panjalu merupakan bagian yang paling padat penduduknya dibandingkopan dengan yang lainnya.

Sebelah Barat Pemukiman
Disebelah Barat wilayah Panjalu juga merupakan tempat pemukiman. Namun pemukiman yang ada di sebelah barat ini lebih sedikit daripada pemukiman yang berada di bagian Timur.

Bila diklasifikasikan secara kuantitatif, maka jumlah pemukiman yang berada di sebelah timur wilayah Panjalu adalah 80%, sedangkan jumlah pemukiman yang berada di sebelah barat wilayah Panjalu adalah 60 %.

Adat Istiadat
Masih banyak sekali penduduk yang memegang teguh pada adat istiadat leluhurnya. Jika di klasifikasikan secara kuantitatif, maka penduduk yang masih memegang teguh adat istiadat leluhurnya berjumlah 55%. Biasanya penduduk yang masih punya dan berpegang teguh pada adat istiadat leluhurnya adalah masyarakat yang berada di belakang kota, yaitu di sebelah barat.

Masyarakat yang berada di bagian Timur memang cukup maju dan masyarakatnya pun cukup modern. Karena letaknya berdekatan dengan kota. Rumah-rumah yang berada di bagian barat Panjalu kebanyakan masih sederhana dan tradisional. Dinding rumahnya masih terbuat dari bilik kayu, bahkan di sana masih dapat kita lihat beberapa rumah masih ada yang menggunakan patromak atau lampu tempel. Sedangkan rumah-rumah yang berada di bagian Timur Panjalu sudah cukup modern.

Daerah lokasi Panjalu atau Bumi Alit merupakan keturunan Prabu Borosngora, masih memegang peradaban nenek moyangnya, diantaranya masih suka menyalakan kemenyan di setiap rumah.

Panjalu sendiri di jaga oleh seorang juru kunci yang benama Bapak Asep Enjen. Dia sudah 10 tahun menjadi juru kunci disana. Tugas ini diberikan secara turun temurun, tetapi tidak secara langsung.

Menurut warga Panjalu untuk menyebut Situ Lengkong itu tidak boleh disebut balong (balong = kolam) tidak boleh menyebut buaya, peda, siwur atau kalau dalam bahasa jawanya tidak boleh bicara sembrono, ketika berada di Situ Panjalu.

Makanan yang menjadi khas wilayah Panjalu yaitu “leumeung”. Leumeung itu adalah sebuah makanan khas Panjalu. Leumeung dibuat dari beras ketan yang dimasukan ke dalam bambu, lalu dibakar.

Para peziarah yang datang dari dalam maupun luar wilayah Panjalu, mengadakan pengajian bersama, biasanya diadakan pada hari Senin bulan kliwon.

Selain itus, tradisi masyarakat Panjalu lainnya diantaranya Nyangku (Nyangko), Nyangko sendiri diambil dari bahasa Arab yang artinya membersihkan. Nyangko diadakan pada hari Senin terakhir. Nyangko sendiri merupakan kegiatan tradisional yang banyak ditunggu oleh masyarakat Panjalu.

February 10, 2011
/
Previous Post Next Post

Leave a Reply

loading...

You may also like