Tag-Archive for » Makalah «

Apr
28

Jalur Perdagangan Kuno Di Asia (Jalan Sutra)
Jalur darat perdagangan kuno di Asia terkenal dengan jalur sutra. Jalur sutra melintasi daratan Asia Tengah. Alat transportasi yang digunakan oleh pedagang di jalur sutra adalah Kuda dan Onta. Para pedagang melewati jalan darat dengan melintasi India, Irian, Turki, bahkan sampai Eropa (Romawi). Kondisi jalan sutra adalah sebagai berikut :

  • Perjalanannya memakan waktu berbulan-bulan
  • Para kafilah sering dihadapkan pada tantangan alam berupa gunung-gunung dan padang gurun
  • Para kafilah sering mendapat gangguan dari perampok
  • Para kafilah sering dihadang dan dirampas barangnya oleh bangsa Mongol.

Pada pedagang tersebut membawa barang-barang lokal hasil daerah mereka. Setelah itu terjadi transaksi perdagangan dan pelayaran ke arah barat di sekitar laut tengah. Para pedagang yang pergi kebarat membawa rempah-rempah, kayu berharga, dan kapur barus. Dalam perjalannya mereka singgal di beberapa tempat penting yang berada di jalur barat yaitu Pegu, Benggala, Kalikut (Pantai Koromandel), Colombo (Srilangka) dan Kalut (Malabar).

Dari tempat-tempat tersebut perdagangan dilanjutkan ke teluk Persia. Oleh para pedagang setempat barang-barang dagang di bawah lagi ke Pantai Laut Tengah. Disitulah tempat bandar-bandar besar seperti Iskandariah, Tirus, dan Konstantinopel yang banyak dikunjungi oleh orang-orang Eropa. Dari sistem perdagangan berantai yang dilakukan oleh para pedagang tersebut, terjadilan hubungan tidak langsung antara Asia dan Eropa.

Jalur Perdagangan Laut Antara Asia Barat Dengan Asia Tenggara Dan Asia Timur (Cina)
Dalam perkembangan selanjutnya terjadi perpindahan dari jalur perniagaan darat (Jalan Sutra) ke jalur perniagaan laut. Adapun faktor-faktor penyebabnya ialah sebagai berikut :

  • Jalan darat sudah dianggap tidak menguntungkan karena banyaknya hambatan dan memakan waktu yang lama
  • Kemajuan teknologi Pelayaran yang memungkinkan diciptakannya kapal layar yang sangat besar.
  • Peranan laut Cina Selatan sebagai penghubung antara Asia Tenggara dan Asia Timur
  • Peranan selat Malaka sebagai pintu gerbang hubungan laut antara Asia Barat dengan Asia Tenggara dan Asia Timur. more…
Apr
25

Klasifikasi Tipe-tipe Kelompok Sosial
Mac Iver dan Page (1957: 124) menggolongkan kelompok sosial berdasarkan berbagai kriteria (ukuran). Simmerl dalam Systematic Society mendasarkan pengelompokkannya pada besar kecilnya jumlah anggota, cara individu, serta interaksi sosial dalam kelompok. Ukuran lain dalam klasifikasi kelompok sosial adalah berdasarkan interaksi sosial pada kelompok. Dalam pendekatan ini para sosiolog mendasarkan pengelompokannya pada derajat saling kenal mengenal pada anggota. Selain jut juga, kelompok sosial dapat dibagi berdasarkan kepentingan wilayah dan derajat organisasi

Kelompok Sosial dipandang dari Sudut Individu
Dapat dilihat dari keterlibatan individu dengan kelompok sosial dimana ia tinggal, apakah dalam masyarakat yang masih sederhana atau dalam struktur masyarakat yang sudah kompleks.

In Group dan Out Group
Konsep in Group dan out group merupakan pencerminan dari adanya kecendrungan sikap “etnocentrisme” dari individu dalam proses sosialisasi sehubungan dengan keanggotannya pada kelompok sosial yaitu suatu sikap dalam menikai kebudayaan lain dengan menggunakan ukuran sendiri (Polak 1996: 166). Sikap in group didasari perasaan simpati atau antipati. In Group dan out group dapat ditemui pada seluruh masyarakat yang susunannya sederhana maupun kompleks

Primary Group dan Secondary Group
Primary Group adalah kelompok-kelompok yang ditandai ciri-ciri kenal mengenal antara anggota-anggota serta kerjasamanya erat yang bersifat pribadi. Pendapat dari Selo Soemarjan dan Soemardi dalam “Setangkai bunga Sosiologi” (1964: 401) menyatakan bahwa Primary Group merupakan kelompok kecil yang permanen berdasarkan saling mengenal secara pribadi diantara anggotanya. Konsep Davis (1960: 290) memperjelas pendapat, Cooley bahwa ciri-ciri utama Primary Group adalah kondisi-kondisi fisik, sifat hubungan primer dan kelompok-kelompok yang konkret dan hubungan primer.

Secondary Group merupakan kebalikan dari Primari Group. Secondary Group sebagai kelompok-kelompok yang besar, yang terdiri dari banyak orang antara siapa hubungannya tidak perlu berdasarkan kenal mengenal secara pribadi dan sifatnjya tidak begitu langgeng.

Gemeinschaft dan Gesselschaft
Tonnies dan Loomis menyatakan bahwa Gemeinschaft adalah bentuk kehidupan bersama dimana anggotanya diikat oleh hubungan batin yang bersifat alamiah dan dasar dari hubungan tersebut adalah rasa cinta dan kesatuan batin yang telah dikodratkan. Sedangkan Gesselschaft adalah berupa ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu yang pendek, bersifat imajiner dan strukturnya bersifat mekanis sebagaimana terdapat dalam sebuah mesin. Contoh bentuk Gemeinschaft adalah dijumpai dalam keluarga, kelompok kekerabatan dan rukun tetangga. Contoh Gesselschaft seperti ikatan antara pedagang, organisasi dalam suatu pabrik, industri more…

Apr
24

Berikut ini adalah Contoh Proposal Skripsi Terbaru dengan judul “Pengaruh Kegiatan Kelompok Belajar Siswa Terhadap Prestasi Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam”

Latar Belakang Masalah
Upaya pencapaian hasil belajar yang diharapkan dapat ditempuh dengan berbagai cara, diantaranya guru membimbing dan mengarahkan siswa agar dirinya merasa terpanggil, serta hingga ia mampu belajar mandiri baik individual maupun kelompok, misalnya dengan metode kerja kelompok, penugasan pemecahan masalah dan lain-lain. Dengan cara seperti ini timbul inisiatif siswa untuk membentuk belajar di lingkungan masyarakat sebagai tindak lanjut upaya guru dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Alloh berfirman : “dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatirkan terhadap kesejahteraan mereka” Depag RI (1990: 16)

Yang dimaksud dengan kegiatan kelompok belajar ialah aktivitas sekelompok orang-orang yang mempunyai tujuan yang sama, yaitu ingin mendapatkan suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan.

Dari hasil interaksi dengan lingkungan itu akan memperoleh keterampilan, kebiasaan, sikap kecakapan dan lain-lain.

Pada dasarnya kelompok kerja itu hampir sama dengan metode kerja kelompok, adapun yang membedakan antara keduanya hanyalah waktu pelaksanaannya saja, kerja kelompok biasa dilakukan dalam proses belajar mengajar di dalam kelas sedangkan kelompok belajar biasanya melakukan kegiatannya itu di luar jam pelajaran sekolah dan tidak diawasi oleh guru secara langsung, guru hanya memberikan arahan seperlunya kepada kelompok belajar untuk menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya, sehingga tugas dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan harapan yang diinginkan.
Itulah yang dimaksud kelompok belajar oleh penulis dalam penelitian ini.

Dengan adanya kelompok kegiatan belajar, semua anggota kelompok diharapkan mendapat tambahan waktu belajar yang maksimal di luar jam pelajaran di sekolah, mengingat alokasi waktu belajar sekolah, khususnya bidang studi pendidikan agama Islam nampaknya kurang memadai, disamping harapan itu agar berkembang dan tumbuh rasa percaya diri dan yang akhirnya akan mempertinggi prestasi belajar siswa khususnya prestasi belajar bidang studi pendidikan agama Islam.

Keberhasilan siswa dalam belajar tergantung kegiatan dan kedalaman belajar yang dilakukannya, baik faktor timbul dari dalam diri siswa maupun faktor yang timbul dari luar diri siswa.

Sementara itu prestasi belajar siswa di sekolah dasar negeri UnsilSter I dalam bidang studi pendidikan agama Islam, menurut pengamatan penulis dari hasil Sumatif secara kualitatif prestasi belajar siswa rata-rata mendapat nilai di bawah rata-rata (standar) dengan demikian prestasi belajar siswa menunjukkan tanda-tanda menurun.

Sejauh permasalahan tersebut diatas belum menunjukkan dan nyata kejelasannya, perlu dipermasalahkan bagaimana mekanisme kegiatan kelompok belajar siswa di Sekolah Dasar Negeri UnsilSter I, bagaimana prestasi belajarnya dalam bidang Studi Pendidikan Agama Islam dan apakah pengaruh kegiatan kelompok belajar siswa terhadap prestasi belajar pendidikan agama Islam berdasarkan latar belakang itulah penulis mengadakan penelitian tentang :

“PENGARUH KEGIATAN KELOMPOK BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM” (Studi Kasus di SD Negeri UnsilSter 1 Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya). more…