Browsing Tag:

Makalah

Pengertian Pemimpin Tipe Laissez-Faire

Posted in Makalah by

Pemimpin bertipe laissez faire menghendaki semua komponen pelaku pendidikan menjalankan tugasnya dengan bebas. Oleh karena itu tipe kepemimpinan bebas merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan cara berbagai kegiatan diserahkan pada bawahan. Karena arti lassez sendiri secara harfiah adalah mengizinkan dan faire adalah bebas.

Jadi pengertian laissez-faire adaah memberikan kepada orang lain dengan prinsip kebebasan, termasuk bawahan untuk melaksanakan tugasnya dengan bebas sesuai dengan kehendak bawahan dan tipe ini dapat dilaksanakan di Sekolah yang memang benar-benar mempunyai sumber daya manusia maupun alamnya dengan baik dan mampu merancang semua kebutuhan Sekolah dengan mandiri (Kartono, 1992:77).

Pemimpin laissez-faire merupakan kebalikan dan kepemimpinan otokratis, dan sering disebut liberal, karena ia memberikan banyak kebebasan kepada para tenaga pendidikan untuk mengambil langkah-langkah sendiri alam menghadapi sesuatu. Jika pemimpin otokratis mendominasi, maka tipe pemimpin laissez-faire ini menyerahkan persoalan sepenuhnya pada anggota.

Pada tipe kepemimpinan laissez faire ini sang pemimpin praktis tidak memimpin, sebab Ia membiarkan kelompoknya berbuat semau sendiri. Dalam rapat sekolah, kepala sekolah menyerahkan segala sesuatu kepada para tenaga kependidikan, baik penentuan tujuan, prosedur pelaksanaan, kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan, serta sarana dan prasarana yang akan digunakan. Kepala sekolah bersifat pasif,  tidak ikut terlibat langsung dengan tenaga pendidikan, dan tidak mengambil inisiatif apapun

February 14, 2014
/

Mengantisifasi Tawuran Antar Pelajar

Posted in Makalah by

 

Tawuran adalah perkelahian antar remaja anak sekolah yang disebabkan oleh beberapa permasalahan, sehingga masalah bertele-tele tidak pernah selesai dan terjadilah kejadian yang tidak diinginkan.

Sebab-sebab Terlibat Tawuran.
Dalam Persoalan kejadian tawuran antar pelajar ini tidaklah lain hanya karena persoalan yang sepele seperti:

  • Kalah dalam pertandingan, sehinggga yang kalah merasa kecewa dengan kekalahannya itu.
  • Memperebutkan seorang wanita antar anak pelajar.
  • Kurang perhatian dari lembaga sekolah.
  • Kurangnya iman terhadap dirinya masing-masing.
  • Mula-mula saling mencurigai, saling menghina, dan dengan sikap itu tadi bias menimbulkan tawuran yang sangat dahsyat.

Bahaya Tawuran

  • Dalam hal ini erat hubungannya dengan mental anak remaja sekarang. Banyak beberapa jenis bahaya yang diakibatkan dari tawuran ini diantaranya:
  • Korban-korban akibat tawuran ada yang luka-luka parah, saling mencurigai, saling mencaci maki, bahkan ada yang sampai meninggal dunia. Sehingga timbullah rasa benci dari diri masing-masing dan bias menimbulkan permusuhan antar sekolah. Dan dapat juga ada rasa dendam antar ekolah karena dengan tewas teman-temannya itu. Sehingga guru-guru pun sulit untuk mengatasinya. Jadi saya mohon jauhilah perbuatan yang tidak baik itu, karena dapat merugikan diri kita masing-masing, dan membuat kita gagal mencapai cita-cita kita. Read more…
October 1, 2012
/

Contoh Artikel Basa Sunda

Posted in Catatan Harian by

Teknologi informasi dina mangsa kiwari geus jadi pangabutuh anu teu bisa dipisahkeun jeung kahirupan masarakat di kota atawa di desa lain ngan ukur jalma nu boga kapentingan husus di widang bisnis atawa urusan penting sejena, tapi barudak sakola oge geus diwanohkeun jeung eta teknologi, nu dipiharep sangkan bisa ngigelan jaman teu katinggaleun kalindes ku wanci nu beuki maju.

Sumebarna eta teknologi bisa mawa pangaruh nu hade, oge bisa nimbulkeun pangaruh goreng, hal eta gumantung ka jalma nu ngagunakeun eta teknologi.

Rupa-rupa wujud hasil teknologi diantarana bae Han Phon jeung komputer, di lingkungan barudak sakola eta dua ngaran geus teu aheng deui. Lantaran eta barang geus jadi kaulinan anu teu saeutik meakeun waktu jeung waragad, temahna bisa ngalantarankeun barudah sakola poho kana waktu nu utama keur diajar, tepi teu sakabehna kitu aya oge nu ngamanpaatkeun eta teknologi keur kaperluan diajarna.

Kaparigelan nonoman dina ngakolakeun eta teknologi kawilang nyongcolang upama seug dibandingkeun jeung kolot-kolotna, tapi dumasar kana hal eta kolot barudak kudu taliti tur surti dina nalingakeun ketakna barudak ulah nepika salah lengkah tur pamolah, ku alatan teknologi anu salah ngalarapkeunanana

Teu kurang ti welasan warnet nu ngadeg meh disaban tempat, warnet-warnet kasebut baris nedunan pangabutuh barudak sakolah pikeun kaperluan diajar atawa migawe tugas pikeun nu can ngabogaan komputer atawa leptop sorangan.

Teu saeutik balukar anu goreng alatan teknologi informasi kiwari nu tumerapna ka rumaja, geus loba kajadian anu kaalaman ku rumaja alatan internet upamana bae malesna diajar, runtagna ahlak alatan lalajo pintonan nu teu payus keur barudak, jual beli barang haram jeung sajabana.

Kahariwang kolot, alatan eta teknologi geus jadi alesan pikeun nalingakeun budakna sangkan teu jadi korban pangaruh gorengna, tapi manfaatna kawilang gede kacida pikeun kamajuan sagala widang.

Komputer jeung sabangsana kacida pisan pentingna dina sagala widang, boh kusabab bisa ngarengsekeun urusan kalawan gancang tur rapih, ngawasa elmuna kacida diperlukeunana pikeun ngungkulan jaman jeung ngjawab tangtangan kahirupan.

September 24, 2012
/

Apa Pengertian Karangan dan Jenis-Jenis Karangan dalam Bahasa Indonesia

Posted in Catatan Harian by

Pengertian karangan dalam kamus yaitu hasil mengarang, tulisan, cerita pendek, buah pena (depdikbud 1995 : 445). Sebelum penulis mengemukakan pengertian karangan menurut para pakar bahasa yang lain, terlebih dahulu penulis akan mengemukakan pengertian mengarang “Merangkai, menyusun secara cermat buah pikiran kedalam bentuk tulisan beruntun dan teratur tentang suatu masalah. Istilah lain yang sering digunakan adalah menulis” (Syamsudin 1994 : 2).

Berdasarkan pengertian mengarang yang telah penulis kemukakan di atas, maka mengarang merupakan kegiatan berbahasa tulis, hasil kegiatan itu disebut karangan.

Pengklasifikasian karangan dapat ditinjau dari dua segi. Ditinjau dari segi isi, maka karangan dapat dibedakan menjadi karangan fiksi dan nonfiksi atau rekaan dan ilmiah. Kedua karangan ini memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Karangan fiksi (rekaan) berisi cerita yang bukan kenyataan tetapi merupakan hayalan atau imajinasi pengarang, sedangkan karangan ilmiah (non fiksi) merupakan karangan yang isinya dapat dibuktikan dan dipertanggungjawabkan berdasarkan ilmu karena bersifat ilmiah. Karangan ilmiah (fiksi) menggunakan bahasa dengan kata yang bermakna konotasi.

Ditinjau dari cara menyampaikan masalahnya dalam karangan, maka karangan dapat dibagi menjadi beberapa jenis.

Karangan Narasi
Karangan narasi adalah karangan yang mengisahkan, menceritakan, suatu peristiwa atau masalah yang disusun secara kronologis (sistematika kewaktuan) dengan tujuan memperluas wawasan seseorang.

Karangan Eksposisi
Karangan eksposisi adalah karangan yang menjelaskan, menerangkan, memberitahukan suatu masalah atau objek agar orang lain mengetahuinya. Dari karangan ini diharapkan orang yang tidak mengetahui menjadi tahu dan yang tidak jelas menjadi jelas setelah membaca karangan ini.

Karangan Argumentasi
Karangan argumentasi adalah karangan yang mengutarakan alasan untuk membuktikan sesuatu, dengan maksud meyakinkan pembaca tentang sesuatu yang menjadi topik dalam karangan itu.

Karangan Deskripsi
Karangan deskripsi adalah karangan yang memaparkan, menggambarkan secara rinci dengan menyertakan bukti-bukti sehingga pembaca seolah-seolah terlibat didalamnya secara langsung.

Karangan Persuasi
Karangan persuasi adalah adalah karangan yang mempengaruhi, mengajak, menganjurkan sesuatu kepada orang lain uyntuk berbuat atau bertindak sesuai dengan yang diharapkan pengarang.

September 17, 2012
/