Browsing Tag:

Makalah

Contoh Gaya Bahasa Kiasan

Posted in Catatan Harian, Makalah by

Gaya bahasa kiasan ini menurut pendapat Keraf (1985 : 136) adalah pertama-tama dibentuk berdasarkan perbandingan atau perasaan. Membandingkan sesuatu dengan sesuatu hal yang lain, berarti mencoba menemukan ciri-ciri yang menunjukkan kesamaan antara kedua hal tersebut. Perbandingan sebenarnya mengandung dua pengertian, yaitu perbandingan yang termasuk dalam gaya bahasa yang polos atau langsung, dan perbandingan yang termasuk dalam gaya bahasa kiasan.

Persamaan atau simile adalah perbandingan yang bersifat eksplisit. Yang dimaksud dengan perbandingan yang bersifat eksplisit ialah ia langsung menyatakan sesuatu sama dengan hal lain. Untuk itu, ia memerlukan upaya yang secara eksplisit menunjukkan kesamaan itu, yaitu kata-kata : seperti, sama, sebagai, bagaikan, laksana, dan sebagainya.

Metafora adalah semacam analogi yang membandingkan dua hal secara langsung, tetapi dalam bentuk yang singkat : bunga bangsa, buaya darat, buah hati, cinderamata, dan sebagainya. Contoh Gaya bahasa metafora : Dan jadilah ia bunga kampung nelayan sepenggal pantai keresidenan Jepara Rembang

Personifikasi adalah semacam gaya bahasa kiasan yang menggambarkan benda-benda mati atau barang-barang yang tidak bernyawa seolah-olah memiliki sifat-sifat kemanusiaan. Contoh : Angin yang bersuling di puncak pohon-pohon cemara tidak membuat pertumbuhannya lebih baik

Alusi adalah semacam acuan yang berusaha mensugestikan kesamaan antara orang, tempat, atau peristiwa. Biasanya alusi ini adalah suatu referensi yang eksplisit kepada peristiwa-peristiwa, tokoh-tokoh, atau tempat dalam kehidupan nyata, mitologi, atau dalam karya-karya sastra yang terkenal.

Sinekdoke adalah semacam bahasa figuratif yang mempergunakan sebagian dari sesuatu hal untuk menyatakan keseluruhan atau mempergunakan keseluruhan untuk menyatakan sebagian.

Metonimia adalah gaya bahasa yang mempergunakan sebuah kata untuk menyatakan suatu hal lain, karena mempunyai pertalian yang sangat dekat. Hubungan itu dapat berupa penemu untuk hasil penemuan, pemilik barang yang dimiliki, akibat untuk sebab, sebab untuk akibat, dan sebagainya. Seperti : Pertanyaan itu seketika menyadarkan Gadis Pantai dari pukauan

Antonomasi juga merupakan bentuk khusus dari sinekdoke yang berwujud penggunaan sebuah epiteta untuk menggantikan nama diri, atau gelar resmi, atau jabatan untuk menggantikan nama diri. Read more…

September 11, 2012
/

Apakah Unsur-unsur Pembentuk Novel?

Posted in Catatan Harian, Makalah by

Untuk lebih jelasnya mengenai unsur-unsur novel dapat dibagi atas beberapa bagian. Unsur-unsur novel tersebut merupakan unsur-unsur pembentuk fiksi. Unsur-unsur novel tersebut adalah sebagai berikut:

Tema
Pada dasarnya tema adalah dasar cerita, yakni pokok persoalan yang mendominasi suatu karya sastra, sebagaimana dikemukakan oleh Aminuddin (1995:91), tema adalah ide yang mendasari suatu cerita sehingga berperan juga sebagai pangkal tolak pengarang dalam memaparkan karya fiksi yang diciptakan.

Senada dengan pendapat di atas, Sayuti (1996:118) menjelaskan bahwa tema adalah makna cerita, gagasan sentral atau dasar cerita. Maksudnya adalah sesuatu yang hendak diperjuangkan melalui tulisan atau karya fiksi.

Selain ide cerita, tema dapat berupa pandangan hidup. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Brook dkk., bahwa tema adalah pandangan hidup yang tertentu mengenai kehidupan atau rangkaian nilai-nilai tertentu yang membentuk atau membangun dasar atau gagasan utama dari suatu karya sastra (Tarigan, 1984:125).

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, penulis berkesimpulan bahwa tema adalah ide cerita yang berupa pandangan hidup pengarang yang disampaikan melalui karya sastra.

Amanat
Amanat atau tujuan pengarang yang disampaikan kepada pembaca melalui karyanya. Amanat dapat disampaikan oleh pengarang baik secara langsung maupun tidak langsung. Artinya amanat yang disampaikan langsung apabila amanat tersebut tersurat dalam karya sastra. Sedangkan amanat yang disampaikan secara tidak langsung, apabila amanat tersebut tersirat dalam karya sastra.

Hal ini sejalan dengan pendapat Zulfahnur (1996:26) yang mengatakan bahwa amanat dapat diartikan sebagai pesan berupa ide, gagasan, ajaran moral, dan nilai-nilai kemanusiaan yang ingin disampaikan pengarang lewat ceritanya. Amanat dalam karya sastra dapat disampaikan pengarang secara eksplisit maupun implisit. Read more…

September 7, 2012
/

Jenis dan Pengertian Novel

Posted in Catatan Harian, Makalah by

Apakah Novel itu? Apa sih arti Novel itu? Novel berasal dari bahasa Itali, juga dari bahasa Latin yakni novellus yang diturunkan pula dari kata novies yang berarti baru. Dikatakan baru karena kalau dibandingkan dengan jenis-jenis sastra lainnya seperti puisi, drama, dan lain-lain, maka jenis novel ini muncul kemudian (Tarigan, 1984:164).

Novel adalah karangan yang panjang dan berbentuk prosa dan mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang lain di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku (Depdikbud, 1989:618).

Sementara itu, Jassin dalam Zulfahnur (1996:67) mengatakan bahwa novel menceritakan suatu kejadian yang luar biasa dari tokoh cerita, dimana kejadian-kejadian itu menimbulkan pergolakan batin yang mengubah perjalanan nasib tokohnya.

Selanjutnya, Sayuti (1996:6-7) mengatakan bahwa novel cenderung expand (meluas) dan menitikberatkan complexity (kompleksitas). Meluas dan kompleksitas yang dimaksudkannya adalah dalam hal perwatakan, permasalahan yang dialami sang tokoh, serta perluasan dari latar cerita tersebut.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, penulis menyimpulkan bahwa novel adalah suatu cerita fiksi yang menggambarkan kisah hidup tokoh melalui rangkaian peristiwa yang kompleks dan mengubah nasib tokoh tersebut. Read more…

September 4, 2012
/

Kegiatan Perdagangan Di Laut Tengah dan Perannya Dalam Hubungan Dagang Dan Pelayaran Antara Asia Dan Eropa

Posted in Catatan Harian by

Jalur Perdagangan Kuno Di Asia (Jalan Sutra)
Jalur darat perdagangan kuno di Asia terkenal dengan jalur sutra. Jalur sutra melintasi daratan Asia Tengah. Alat transportasi yang digunakan oleh pedagang di jalur sutra adalah Kuda dan Onta. Para pedagang melewati jalan darat dengan melintasi India, Irian, Turki, bahkan sampai Eropa (Romawi). Kondisi jalan sutra adalah sebagai berikut :

  • Perjalanannya memakan waktu berbulan-bulan
  • Para kafilah sering dihadapkan pada tantangan alam berupa gunung-gunung dan padang gurun
  • Para kafilah sering mendapat gangguan dari perampok
  • Para kafilah sering dihadang dan dirampas barangnya oleh bangsa Mongol.

Pada pedagang tersebut membawa barang-barang lokal hasil daerah mereka. Setelah itu terjadi transaksi perdagangan dan pelayaran ke arah barat di sekitar laut tengah. Para pedagang yang pergi kebarat membawa rempah-rempah, kayu berharga, dan kapur barus. Dalam perjalannya mereka singgal di beberapa tempat penting yang berada di jalur barat yaitu Pegu, Benggala, Kalikut (Pantai Koromandel), Colombo (Srilangka) dan Kalut (Malabar).

Dari tempat-tempat tersebut perdagangan dilanjutkan ke teluk Persia. Oleh para pedagang setempat barang-barang dagang di bawah lagi ke Pantai Laut Tengah. Disitulah tempat bandar-bandar besar seperti Iskandariah, Tirus, dan Konstantinopel yang banyak dikunjungi oleh orang-orang Eropa. Dari sistem perdagangan berantai yang dilakukan oleh para pedagang tersebut, terjadilan hubungan tidak langsung antara Asia dan Eropa.

Jalur Perdagangan Laut Antara Asia Barat Dengan Asia Tenggara Dan Asia Timur (Cina)
Dalam perkembangan selanjutnya terjadi perpindahan dari jalur perniagaan darat (Jalan Sutra) ke jalur perniagaan laut. Adapun faktor-faktor penyebabnya ialah sebagai berikut :

  • Jalan darat sudah dianggap tidak menguntungkan karena banyaknya hambatan dan memakan waktu yang lama
  • Kemajuan teknologi Pelayaran yang memungkinkan diciptakannya kapal layar yang sangat besar.
  • Peranan laut Cina Selatan sebagai penghubung antara Asia Tenggara dan Asia Timur
  • Peranan selat Malaka sebagai pintu gerbang hubungan laut antara Asia Barat dengan Asia Tenggara dan Asia Timur. Read more…
April 28, 2012
/