Jalur Perdagangan Kuno Di Asia (Jalan Sutra)
Jalur darat perdagangan kuno di Asia terkenal dengan jalur sutra. Jalur sutra melintasi daratan Asia Tengah. Alat transportasi yang digunakan oleh pedagang di jalur sutra adalah Kuda dan Onta. Para pedagang melewati jalan darat dengan melintasi India, Irian, Turki, bahkan sampai Eropa (Romawi). Kondisi jalan sutra adalah sebagai berikut :
- Perjalanannya memakan waktu berbulan-bulan
- Para kafilah sering dihadapkan pada tantangan alam berupa gunung-gunung dan padang gurun
- Para kafilah sering mendapat gangguan dari perampok
- Para kafilah sering dihadang dan dirampas barangnya oleh bangsa Mongol.
Pada pedagang tersebut membawa barang-barang lokal hasil daerah mereka. Setelah itu terjadi transaksi perdagangan dan pelayaran ke arah barat di sekitar laut tengah. Para pedagang yang pergi kebarat membawa rempah-rempah, kayu berharga, dan kapur barus. Dalam perjalannya mereka singgal di beberapa tempat penting yang berada di jalur barat yaitu Pegu, Benggala, Kalikut (Pantai Koromandel), Colombo (Srilangka) dan Kalut (Malabar).
Dari tempat-tempat tersebut perdagangan dilanjutkan ke teluk Persia. Oleh para pedagang setempat barang-barang dagang di bawah lagi ke Pantai Laut Tengah. Disitulah tempat bandar-bandar besar seperti Iskandariah, Tirus, dan Konstantinopel yang banyak dikunjungi oleh orang-orang Eropa. Dari sistem perdagangan berantai yang dilakukan oleh para pedagang tersebut, terjadilan hubungan tidak langsung antara Asia dan Eropa.
Jalur Perdagangan Laut Antara Asia Barat Dengan Asia Tenggara Dan Asia Timur (Cina)
Dalam perkembangan selanjutnya terjadi perpindahan dari jalur perniagaan darat (Jalan Sutra) ke jalur perniagaan laut. Adapun faktor-faktor penyebabnya ialah sebagai berikut :
- Jalan darat sudah dianggap tidak menguntungkan karena banyaknya hambatan dan memakan waktu yang lama
- Kemajuan teknologi Pelayaran yang memungkinkan diciptakannya kapal layar yang sangat besar.
- Peranan laut Cina Selatan sebagai penghubung antara Asia Tenggara dan Asia Timur
- Peranan selat Malaka sebagai pintu gerbang hubungan laut antara Asia Barat dengan Asia Tenggara dan Asia Timur. more…
