Tag-Archive for » Pelajaran «

Apr
23

Perilaku sifatnya individual yang erat kaitannya dengan kepribadian yang terbentuk sepanjang hidup melalui proses sosialisasi. Sosialisasi adalah proses belajar yang dilakukan oleh seseorang semenjak masa kanak-kanak hingga masa tuanya, mengenai pola-pola tindakan dalam berinteraksi dengan segala ragam individu yang ada di sekelilingnya. Dalam sosialisasi ini terjadi proses pembinaan kepribadian (Personality Building) yang dapat membantu seseorang untuk menyesuaikan diri, oleh karena itu kepribadian sangat dipengaruhi oleh faktor genetika (Genotype), pengalaman pendidikan, perasaan, naluri, dan lingkungan. Sosialisasi dan kepribadian ini membentuk suatu sistem prilaku (Behaviour system) yang akan menentukan sikap (Attitude) seseorang. Kepribadian merupakan keseluruhan perilaku seseorang dan kecenderungannya dalam berinteraksi dengan serangkaian situasi.

Dalam setiap kehidupan sosial, terdapat kaidah untuk mengatur hubungan antara seseorang dengan orang lain atau seseorang dengan masyarakatnya, sehingga kehidupan bermasyarakat berlangsung suasana yang teratur karena setiap orang dituntut untuk mengikuti kaidah tersebut (Comformity) tetapi pada kenyataannya sering muncul perilaku yang menyimpang dari aturan normatif yang disebut deviation yaitu penyimpangan terhadap kaidah dan nilai-nilai dalam masyarakat, orang yang berperilaku menyimpang ini disebut deviants.

Tindakan sosial yaitu tindakan individu sepanjang tindakannya itu mempunyai arti atau arti subjektif bagi dirinya yang diarahkan pada tindakan orang lain, dengan tujuan untuk mendapatkan reaksi dari sasaran yang sesuai dengan harapannya, sedangkan pemahaman adalah suatu penafsiran seseorang terhadap tindakan tersebut sehingga dapat memberikan reaksi, adapun ciri-ciri dari tindakan sosial yaitu tindakan yang memiliki makna subjektif, tindakan nyata yang bersifat membatin sepenuhnya dan bersifat subjektif, tindakan yang berpengaruh positif tindakan yang diarahkan pada orang lain untuk mendapat respon dan tindakan merupakan respons terhadap perilaku orang lain.

Berdasarkan tingkat kemudahan untuk memahaminya, tindakan sosial dibedakan kedalam empat tipe yaitu :

Rasionalitas Instrumental (Zwerk Rational)
Tipe ini merupakan tindakan sosial murni artinya tindakan seseorang yang memperhatikan cara bertindak dan tujuan yang hendak dicapai dari tindakan tersebut

Rasionalitas Yang Berorientasi Nilai (Werktrational Action)
Tindakan yang dilakukan merupakan salah satu cara yang baik dan tidak bertentangan dengan kaidah, tetapi tidak diyakinnya sebagai cara yang terbaik untuk mencapai tujuan.

Tindakan Afektif (Affective Action)
Tindakan ini lebih didominasi oleh perasaan atau emosi dan kepura-puraan atau dibuat-buat sehingga tindakan ini sulit dipahami atau tidak rasional

Tindakan Tradisional (Traditional Action)
Tindakan ini merupakan tindakan yang tidak rasional yaitu tindakan seorang yang didasarkan pada kebiasaannya dalam mengadakan sesuatu baik yang biasa dilakukannya atau kekuasaan orang terdahulu. more…

Apr
22

Pengertian negara menurut para ahli kenegaraan adalah negara sebagai :

  • Hane Kelsen, identik dengan hukum
  • Harold J. Laski, sistem peraturan-peraturan hukum
  • Mr. Soenarko, organisasi masyarakat yang mempunyai kekuasaan tertinggi
  • Jellinek, satu kesatuan ikatan dari orang yang bertempat tinggal di daerah tertentu
  • Bellefroid, persekutuan hukum yang menempati wilayah untuk selamanya
  • Prof. Djokosoetono, SH, organisasi manusia dibawah pemerintahan yang sama
  • Prof. Mr. R. Kranenburg, organisasi kekuasaan yang diciptakan kelompok manusia.

Beberapa pendapat tentang negara menurut sudut pandang orang berbeda.

  • Logeman, negara sebagai organisasi kekuasaan artinya organisasi kekuasaan yang menyatukan kelompok manusia bertujuan mengatur masyarakat dengan kekuasaan yang ada. Negara memaksa warganya untuk taat pada peraturan. Contoh : membayar pajak, pemilu wajibs berperan serta.
  • Mac Iver, Negara sebagai organisasi politik artinya negara merupakan perkumpulan manusia yang berfungsi untuk mengatur kepentingan umum dan memaksa warganya untuk patuh pada peraturan bila melanggar kena sanksi hukum
  • Prof. Dr. Soepomo, SH, teori integralistik (persatuan); Negara sebagai susunan masyarakat yang integral dari seluruh anggota masyarakat sebagai satu kesatuan yang organis. Cocok diterapkan di Indonesia.

Asal Mula Terjadinya Negara
Berdasarkan Pendekatan faktual yaitu berdasarkan fakta (kenyataan) yang benar-benar terjadi dari pengalaman dan sejarah dengan sebab-sebab antara lain :

Suatu daerah belum ada yang menguasai kemudian diduduki oleh suatu bangsa. Contoh Liberia (Pantai Afrika Barat) diduduki orang negro dari AS dimerdekan tahun 1847

Suatu daerah yang melepaskan diri dari ikatan negara tertentu. Contoh : Belgia terlepas dari Belanda tahun 1939, Norwegia dan Swedia masing-masing terpisah menjadi negara merdeka, Indonesia terlepas dari kerajaan Hindia Belanda merupakan pendekatan adanya fakta sejarah 17 Agustus 1945.

Peleburan (fusi) beberapa negara menjadi satu negara baru. Contoh : Jerman Raya (1871), The Great Britania (Inggris Raya) peleburan dari England dan Scotland

Negara yang pecah dan lenyap muncul negara baru diatas bekas wilayahnya. Contoh : Colombia dan Venezuela

Pendekatan Teoretis yaitu hasil analisis dengan dugaan atau pemikiran logis sifatnya hipotesis serta abstrak berupa pengamatan terhadap : more…

Apr
21

Bagaimana penterapan teori belajar dalam pembelajaran yang menggunakan KBK ? kemukakan 3 teori belajar yang anda ketahui !

Pada dasarnya penterapan teori belajar ini sangat bagus tetapi yang menjadi kendala adalah apakah KBK ini mampu diterapkan secara maksimal di sekolah-sekolah.

Ada 3 teori belajar berdasarkan proses belajar pembelajaran yaitu sebagai berikut :

Teori Belajar Thorndike (Koneksionisme). Thorndike memandang belajar sebagai suatu usaha memecahkan problem. Dalam belajar yaitu law of effect, law of exercise dan law of readiness. Law of effect, menyatakan bahwa tercapainya keadaan yang memuaskan akan memperkuat hubungan antara stimulus dan respons, maksudnya bila respon terhadap stimulus menimbulkan sesuatu yang memuaskan maka bila stimulus seperti itu muncul lagi subjek akan memberikan respons yang lebih tepat, cepat dan intens. Law of exercise, menyatakan bahwa respons terhadap stimulus dapat diperkuat dengan seringnya respon itu dipergunakan. Hal ini menghasilkan implikasi bahwa praktek, khususnya pengulangan dalam pengajaran adalah penting dilakukan. Law of readiness, menyatakan bahwa dalam memberikan respons subjek harus siap dan disiapkan. Hukum ini menyangkut syarat kematangan dalam pengajaran baik kematangan fisik maupun mental dan intelek. Stimulus tidak akan direspons bila pelajar kurang atau belum siap.

Teori pembiasan klasik (Classical Conditioning). Berkembang berdasarkan hasil eksperimen yang dilakukan oleh Ivan Pavlov (1849 – 1936). Pada dasarnya teori ini adalah sebuah prosedur penciptaan refleks baru dengan cara mendatangkan stimulus sebelum terjadinya refleks tersebut. Selanjutnya, skinner berpendapat bahwa proses belajar yang berlangsung dalam eksperimen Pavlov itu tunduk terhadap 2 macam hukum yang berbeda, yakni : law of respondent conditioning berarti hukum pembiasan yang dituntut, sedangkan law of respondent extinction adalah hukum pemusnahan yang dituntut.

Teori Pembiasaan Perilaku Respons (Operant Conditioning). Merupakan teori belajar yang berusia paling muda dan masih sangat berpengaruh di kalangan para ahli Psikologi belajar masa kini, teori ini adalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan yang dekat. Respon dalam Operant Conditioing terjadi tanpa didahului oleh stimulus, melainkan oleh efek yang ditimbulkan oleh stimulus yang meningkatkan kemungkinan timbulnya sejumlah respon tertentu, namun tidak sengaja diadakan sebagai pasangan stimulus lainnya (reinforcer).

Teori Pendekatan Kognitif . Teori ini adalah bagian terpenting dari sains kognitif yang telah memberi konstribusi yang sangat berarti dalam perkembangan psikologi pendidikan, Sains kognitif merupakan himpunan disiplin yang terdiri atas : psikologi kognitif, ilmu-ilmu komputer linguistik, intelegensi butan, matematika, epistemologi dan neuro psyuchology (psikologi syaraf). Pendekatan psikologi kognitif lebih menekankan arti penting proses internal, mental manusia. Dalam pandangan para ahli kognitif, tingkah laku manusia yang tampak tidak dapat diukur dan diterangkan tanpa melibatkan proses, seperti : motivasi, kesengajaan, keyakinan dan sebagainya.

Mengapa teori belajar itu dijadikan landasan dalam proses belajar pembelajaran?
Teori Belajar dijadikan landasan dalam proses belajar pembelajaran karena teori belajar dapat dipahami sebagai prinsip umum atau kumpulan prinsip yang saling berhubungan dan merupakan penjelasan atas sejumlah fakta dan penemuan yang berkaitan dengan pristiwa belajar dan juga teori psikomotor yang terjadi dalam diri siswa. Perubahan tersebut bersifat positif dalam arti berorientasi ke arah yang lebih maju daripada keadaan sebelumnya. more…