Pengertian negara menurut para ahli kenegaraan adalah negara sebagai :
- Hane Kelsen, identik dengan hukum
- Harold J. Laski, sistem peraturan-peraturan hukum
- Mr. Soenarko, organisasi masyarakat yang mempunyai kekuasaan tertinggi
- Jellinek, satu kesatuan ikatan dari orang yang bertempat tinggal di daerah tertentu
- Bellefroid, persekutuan hukum yang menempati wilayah untuk selamanya
- Prof. Djokosoetono, SH, organisasi manusia dibawah pemerintahan yang sama
- Prof. Mr. R. Kranenburg, organisasi kekuasaan yang diciptakan kelompok manusia.
Beberapa pendapat tentang negara menurut sudut pandang orang berbeda.
Asal Mula Terjadinya Negara
Berdasarkan Pendekatan faktual yaitu berdasarkan fakta (kenyataan) yang benar-benar terjadi dari pengalaman dan sejarah dengan sebab-sebab antara lain :
Suatu daerah belum ada yang menguasai kemudian diduduki oleh suatu bangsa. Contoh Liberia (Pantai Afrika Barat) diduduki orang negro dari AS dimerdekan tahun 1847
Suatu daerah yang melepaskan diri dari ikatan negara tertentu. Contoh : Belgia terlepas dari Belanda tahun 1939, Norwegia dan Swedia masing-masing terpisah menjadi negara merdeka, Indonesia terlepas dari kerajaan Hindia Belanda merupakan pendekatan adanya fakta sejarah 17 Agustus 1945.
Peleburan (fusi) beberapa negara menjadi satu negara baru. Contoh : Jerman Raya (1871), The Great Britania (Inggris Raya) peleburan dari England dan Scotland
Negara yang pecah dan lenyap muncul negara baru diatas bekas wilayahnya. Contoh : Colombia dan Venezuela
Pendekatan Teoretis yaitu hasil analisis dengan dugaan atau pemikiran logis sifatnya hipotesis serta abstrak berupa pengamatan terhadap :
Asal mula terjadinya Negara Kesatuan Republik Indonesia secara faktual lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu pada tanggal 17 Agustus 1945. Proklamasi ditandatangani oleh Soekarno – Hatta atas nama Bangsa Indonesia didasari oleh Pancasila. Aturan dasar hidup di dunia ini adalah keluarga.
Unsur-unsur terjadinya negara :
Menurut Oppenhein – Lauterpacht. 3 pokok yang harus dimiliki suatu masyarakat politik tertentu agar dapat disebut negara adalah : Ada daerah, Ada rakyat, Ada pemerintah yang berdaulat
Menurut konvensi Montevidio tahun 1933 selain 3 unsur pokok tersebut ditambah lagi dengan adanya pengakuan atau mempunyai kemampuan untuk berhubungan dengan negara-negara lain.
Daerah
Daerah suatu negara merupakan tempat bermukim secara tetap dari rakyat, tempat kegiatan pemerintah, serta tempat untuk diadakan susunan kekuasaan negara itu. memiliki batas-batas tertentu secara jelas dan tetap sehingga cukup bermanfaat bagi kehidupan rakyat dan negara tersebut. Menurut Huge de Groot (Grotius) daerah negara itu dominan eminens artinya merupakan milik yang tertinggi bagi suatu negara baik daratan, lautan dan udara.
Rakyat