Categories
Catatan Harian

Pengertian, Teori dan Evaluasi Belajar

Bagaimana penterapan teori belajar dalam pembelajaran yang menggunakan KBK ? kemukakan 3 teori belajar yang anda ketahui !

Pada dasarnya penterapan teori belajar ini sangat bagus tetapi yang menjadi kendala adalah apakah KBK ini mampu diterapkan secara maksimal di sekolah-sekolah.

Ada 3 teori belajar berdasarkan proses belajar pembelajaran yaitu sebagai berikut :

Teori Belajar Thorndike (Koneksionisme). Thorndike memandang belajar sebagai suatu usaha memecahkan problem. Dalam belajar yaitu law of effect, law of exercise dan law of readiness. Law of effect, menyatakan bahwa tercapainya keadaan yang memuaskan akan memperkuat hubungan antara stimulus dan respons, maksudnya bila respon terhadap stimulus menimbulkan sesuatu yang memuaskan maka bila stimulus seperti itu muncul lagi subjek akan memberikan respons yang lebih tepat, cepat dan intens. Law of exercise, menyatakan bahwa respons terhadap stimulus dapat diperkuat dengan seringnya respon itu dipergunakan. Hal ini menghasilkan implikasi bahwa praktek, khususnya pengulangan dalam pengajaran adalah penting dilakukan. Law of readiness, menyatakan bahwa dalam memberikan respons subjek harus siap dan disiapkan. Hukum ini menyangkut syarat kematangan dalam pengajaran baik kematangan fisik maupun mental dan intelek. Stimulus tidak akan direspons bila pelajar kurang atau belum siap.

Teori pembiasan klasik (Classical Conditioning). Berkembang berdasarkan hasil eksperimen yang dilakukan oleh Ivan Pavlov (1849 – 1936). Pada dasarnya teori ini adalah sebuah prosedur penciptaan refleks baru dengan cara mendatangkan stimulus sebelum terjadinya refleks tersebut. Selanjutnya, skinner berpendapat bahwa proses belajar yang berlangsung dalam eksperimen Pavlov itu tunduk terhadap 2 macam hukum yang berbeda, yakni : law of respondent conditioning berarti hukum pembiasan yang dituntut, sedangkan law of respondent extinction adalah hukum pemusnahan yang dituntut.

Teori Pembiasaan Perilaku Respons (Operant Conditioning). Merupakan teori belajar yang berusia paling muda dan masih sangat berpengaruh di kalangan para ahli Psikologi belajar masa kini, teori ini adalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan yang dekat. Respon dalam Operant Conditioing terjadi tanpa didahului oleh stimulus, melainkan oleh efek yang ditimbulkan oleh stimulus yang meningkatkan kemungkinan timbulnya sejumlah respon tertentu, namun tidak sengaja diadakan sebagai pasangan stimulus lainnya (reinforcer).

Teori Pendekatan Kognitif . Teori ini adalah bagian terpenting dari sains kognitif yang telah memberi konstribusi yang sangat berarti dalam perkembangan psikologi pendidikan, Sains kognitif merupakan himpunan disiplin yang terdiri atas : psikologi kognitif, ilmu-ilmu komputer linguistik, intelegensi butan, matematika, epistemologi dan neuro psyuchology (psikologi syaraf). Pendekatan psikologi kognitif lebih menekankan arti penting proses internal, mental manusia. Dalam pandangan para ahli kognitif, tingkah laku manusia yang tampak tidak dapat diukur dan diterangkan tanpa melibatkan proses, seperti : motivasi, kesengajaan, keyakinan dan sebagainya.

Mengapa teori belajar itu dijadikan landasan dalam proses belajar pembelajaran?
Teori Belajar dijadikan landasan dalam proses belajar pembelajaran karena teori belajar dapat dipahami sebagai prinsip umum atau kumpulan prinsip yang saling berhubungan dan merupakan penjelasan atas sejumlah fakta dan penemuan yang berkaitan dengan pristiwa belajar dan juga teori psikomotor yang terjadi dalam diri siswa. Perubahan tersebut bersifat positif dalam arti berorientasi ke arah yang lebih maju daripada keadaan sebelumnya.

Categories
Catatan Harian

Sejarah Keraton Kasunanan Surakarta

Sejarah Berdirinya Keraton Kasunanan Surakarta

Penembahan Senopati yang waktu mudanya bernama Sutowijoyo memerintah di Mataram dari tahun 1585 sampai dengan tahun 1601. Pada tahun 1601 Raden Mas Jolang yang bergelar Susuhunan Hadi prabu Hanyakrawati menggantikan sebagai raja Mataram sampai dengan tahun 1913. setelah Susuhunan Hadi Prabu Hanyakrawati meninggal beliau digantikan oleh Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma, yang memerintah mulai tahun 1613 sampai tahun 1945. Pada saat pemerintahan Sultan Agung, keraton Mataram berada dalam puncak kejayaan. Karena banyak raja-raja yang ditaklukkan, yaitu raja-raja pesisir Utara Jawa Tengah dan Jawa Timur, Kalimantan Barat, Madura, Surabaya dan Cirebon.

Sultan Agung merupakan figur raja yang taat kepada agama Uslam dan tidak senang pada Belanda yang berada di tanah Jawa. Sultan Agung mempunyai cita-cita untuk menguasai seluruh pulau Jawa. Namun cita-cita Sultan Agung untuk menguasai seluruh pulau Jawa gagal. Karena pada waktu itu terdapat tiga kekuatan politik yaitu Mataram, Banten dan VOC di Batavia.

Rasa tidak senang dari Sultan Agung pada Belanda tersebut dapat kita lihat pada usaha Sultan Agung yang dua kali menyerang VOC di Batavia, sebagai pusat pemerintahan Belanda di Jawa. Tetapi usaha tersebut gagal karena terjangkitnya wabah penyakit dan kurangnya bahan pangan karena lumbung padi dibakar oleh Belanda. Sebagai rasa hormat dari pemerintah Indonesia yang sekarang telah merdeka maka Sultan Agung mendapatkan penghargaan sebagai salah satu Pahlawan Nasional yang berusaha mengusir penjajah dari bumi Indonesia.

Pada saat pemerintahan Sultan Agung Hanyakrakusuma, beliau banyak menjalin hubungan yang bersifat ekonomis dan politik dengan daerah-daerah lain. Bukti kerjasama tersebut dalam bidang ekonomi adalah Palembang dan Jambi menggantungkan kebutuhan berasnya dari Mataram. Karena rakyat di Palembang dan Jambi lebih suka menanam lada daripada padi. Juga pada tahun 1641 Mataram menjalin hubungan dengan bangsa Portugis di Malaka, Mataram mengirim beras ke Portugis di Malaka sedang bangsa Portugis di Malaka menyediakan keperluan sandang dan keperluan-keperluan perang Mataram. Sedangkan bukti kerjasama dalam bidang politik yaitu memberikan perlindungan kepada Palembang dan Jambi agar terhindar dari Expansi Aceh dan Banten. Yang kemudian perlindungan itu berakhir pada tahun 1642, pada saat armada Mataram dihancurkan oleh armada VOC di dekat Palembang. Bahkan sultan Agung Hanyakrakususma juga menjalin hubungan dengan pusat agama Islam di Mekkah, berkat hubungan tersebut beliau memperoleh gelar Sultan (Soewarso, 1985 :45).

Di zaman ini juga kebudayaan mengalami perkembangan yang pesat. Hasil kebudayaan Mataram menunjukkan adanya perpaduan antara kebudayaan Islam dengan kebudayaan Hindu dan Budha pada saat itu mempunyai pengaruh yang sangat besar dan kuat terhadap kebudayaan asli Jawa.

Pada tahun 1645 Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma meninggal kemudian beliau digantikan oleh Susuhunan Amangkurat I atau Amangkurat Agung yang memerintahkan mulai tahun 1645. berbeda dengan Ayahnya Susuhunan Amangkurat I bukan sebagai seorang raja yang bijaksana dan berwibawa, tetapi seorang raja yang bertangan besi dan bersahabat dengan VOC/Belanda, sehingga banyak ulama dan para bangsawan yang tidak senang kepada Amangkurat I. Sikap Amangkurat dalam menjalankan pemerintahan dengan tangan besi dan berusaha menggenggam seluruh kekuasaan tersebut terbukti pada masa itu para ulama dan sebagian rakyat dikejar-kejar, bahkan ribuan yang dihukum mati, karena mereka menentang politik Amangkurat I yang menjalin kerjasama dengan VOC. Para ulama yang berpengaruh besar terhadap rakyat, dianggap menyaingi kedudukan dan kekuasaannya.

Categories
Catatan Harian

Contoh Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel Terbaru 2012

Tema : Pendidikan
Judul Buku : Dendam Sang Juara
Penulis : Jazimah Al Muhyi

Tokoh/Penokohan
Nadra : Nadra adalah seorang gadis cantik yang pintar, baik, rajin dan optimis dalam segala hal. Dia termasuk orang yang ambisius, sombong, tidak mau terkalahkan dan mudah sekali tersinggung

Mahardika : Mahardika adalah seorang murid baru yang baik hati, tekun, pintar dan dia pandai sekali bergaul.

Mama Nadra : Mama Nadra adalah seorang ibu yang sangat perhatian, baik hati, pengertian dan penuh kasih sayang terhadap anaknya.

Alur :Maju

Tahapan Alur
Eksposisi : Nadra adalah murid yang paling pandai di kelasnya, tapi itu dulu karena sekarang ada seorang murid baru pindahan dari Bandung yang pandai sekali namanya Mahardika. Dika mampu mengalahkan nilai raport Nadra, sehingga Nadra menganggapnya ssebagai saingan yang berat. Nadra sangat membenci Mahardika karena telah mengalahkannya dan Nadra ingin membalas dendam atas kekalahannya.

Komplikasi : Adanya murid baru pindahan dari Bandung yang pintar, dan kepintarannya menyaingi kepintaran Nadra anak terpintar di kelasnya. Dan hal itu membuat Nadra benci dan dendam kepada Mahardika

Klimaks : Ketika Mahardika mengalahkan Nadra atas prestasinya. Nilai Mahardika lebih besar daripada nilai Nadra sehingga Nadra membenci Mahardika dan ingin membalas dendam atas kekalahannya dan Nadra berusaha keras untuk membalas kekalahannya

Antiklimaks : Nadra jatuh sakit akibat kelelahan berpikir sehingga dia tidak masuk sekolah dan ketinggalan pelajaran. Hal ini membuat Nadra sadar bahwa selama ini dia tidak mau mengakui keunggulan orang lain dan itu sangat salah dan dia berpikir selama ini dia terlalu egois

Categories
Catatan Harian

Perbedaan Metode Diskusi Kelompok dan Metode Konvensional

Metode Diskusi Kelompok :

  1. Ketergantungan positif satu sama lain disusun dan direncanakan
  2. Setiap individual dapat mengemukakan pendapatnya masing-masing dalam kelompok
  3. Terjadinya komunikasi dan interaksi pada semua peserta diskusi
  4. Adanya aktivitas dalam kelompok untuk membangun kepercayaan, komitmen, dan kohesi
  5. Setiap anggota kelompok dapat bertugas sebagai pemimpin yang bertanggung jawab secara bergantian
  6. Dibangun konsep demokrasi dengan menghargai pendapat orang lain
  7. Guru terus memonitor diskusi kelompok, mengarahkan dan menghidupkan suasana kelas

Metode Konvensional :

  1. Ketergantungan positif satu sama lain tidak disusun
  2. Setiap individu bekerja untuk diri sendiri bukan untuk kelompk
  3. Terjadi komunikasi dan interaksi hanya pada individu tertentu
  4. Tidak ada aktivitas dalam kelompok
  5. Setiap anggota kelompok menjadi pemimpin tetap
  6. Siswa bersifat individualistis keterampilan social hanya diterima begitu saja
  7. Guru tidak memonitor tugas-tugas yang telah dibagikan
Categories
Catatan Harian

Contoh Pesan Moral Cerita Rakyat Tradisional

Mak Isun adalah seorang kusir bendi yang miskin, ia sangat rajin bekerja, lama kelamaan tabungannya menjadi banyak. Kini, Mak Isun telah memiliki sebuah kuda dan bendi sendiri.

Tak lama kemudian, ia sudah mampu membeli beberapa kuda dan bendi. Mak Isun kini telah menjadi seorang jurgan bendi rupanya, Mak Isun masih belum puas dengan kehidupannya saat ini.

Suatu sore, ia melihat seorang pria yang membawa seekor beruk. Beruk adalah kera besar dapat diajarkan memetik buah kelapa.

Mak Isun berpikir, ternyata penghasilan seorang tukang beruk lumayan juga. Ia pun langsung tertarik untuk menggeluti bisnis itu. Sejak itu, Mak Isun menjadi seorang juragan bendi dan juga jurgan beruk.

Selain menyewakan beruknya kepada orang lain, ia juga membeli kelapa yang menjadi upah tukang beruk dengan harga yang murah.

Kelapa-kelapa itu dibuat menjadi kopra dan dijualnya kembali. Sekarang Mak Isun kini menjadi seorang jurugan bendi, juragan beruk serta pedagang kopra. Kehidupannya sangat makmur, kekayaannya sangat berlimpah.

Suatu ketika, tersiar kabar bahwa harga kopra sedang melambung tinggi, terlintas di pikiran Mak Isun untuk menaikan harga sewa beruknya. Semua tukang beruknya tidak setuju, karena bisa kehilangan pelanggan. Mak Isun tidak mau mendengarkan perkataan para tukang beruknya.

Para tukang beruk itu menjadi kesal, maka mereka memutuskan untuk menakut-nakuti Mak Isun. Pada pagi hari, ketika baru bangun tidur, Mak Isun sangat terkejut karena disekitar rumahnya, banyak sekali beruk, ia sangat ketakutan dan berteriak minta tolong, tetapi tak seorang pun yang menolongnya. Para tukang beruk menyaksikan dari kejauhan sambil menahan tawa, sejak kejadian itu menyadari ketamakannya. Mak Isun berjanji tidak akan menaikkan harga sewa beruknya. Ia meminta maaf kepada semua tukang beruk. Pada akhirnya, keserakahannya itu membawa bencana bagi dirinya sendiri.

Tokoh Cerita : Mak Isun, Pak Sole

Komentar :
Dalam cerita ini menceritakan Mak Isun seorang yang rajin bekerja sampai bisa membeli kuda dan bendi sendiri. Tapi dengan keberhasilannya Mak Isun menjadi seorang yang serakah dan tidak mendengar pendapat para pegawainya.

Pesan Moral :
Jangan bersikap serakah, syukurilah segala sesuatu yang sudah kita miliki. Keserakahannya akan membawa bencana seperti yang dialami oleh Mak Isun.

Categories
Makalah

Perbedaan antara Supervisi Akademis dan Supervisi Managerial?

Sebutkan dan jelaskan berbagai fungsi Supervisi Pendidikan?

Fungsi Supervisi Pendidikan

  • Mengkoordinasikan semua usaha sekolah : usaha tiap guru, usaha-usaha sekolah, usaha-usaha pertumbuhan jabatan
  • Memperlengkapi kepemimpinan sekolah – Melatih dan memperlengkapi guru-guru agar mereka memiliki keterampilan dan kepemimpinan dalam kepemimpinan sekolah
  • Memperluas pengalaman
  • Memberikan fasilitas dan penilaian yang kontinue
  • Menganalisa sistem belajar
  • Memberi pengarahan dan keterampilan pada setiap bangsa
  • Menintegrasi tujuan dan pembentukan kemampuan. Menurut Gregoria (1966) ada 5 fungsi Supervisi Pendidikan yaitu : fungsi inspeksi, fungsi penelitian, fungsi pelatihan, fungsi bimbingan, dan fungsi penilaian

Peranan supervisi dalam mencapai tujuan supervisi yang efektif adalah membantu pada guru untuk lebih sadar akan kekurangan dan berusaha mencari jalan keluar untuk memperbaiki kekurangan itu lewat kegiatan-kegiatan KKG misalnya :

  • Memotivasi para guru dalam meningkatkan situasi
  • Belajar efektif sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
  • Membangkitkan konsekuensi pada guru akan adanya perubahan di masyarakat

Kedudukan supervisi dalam program pendidikan adalah alat untuk mengevaluasi keberhasilan suatu lembaga pendidikan dengan melalui bimbingan profesional bagi guru agar sadar dalam meningkatkan kinerjanya untuk tercapainya tujuan supervisi itu sendiri.

Tujuan Supervisi Pendidikan adalah memberikan bantuan teknis dan bimbingan kepada guru dan staf agar personal tersebut mampu meningkatkan kualitas kinerjanya, dalam melaksanakan tugas dan melaksanakan proses belajar mengajar

Categories
Makalah

Contoh Daftar Pustaka dalam Bahasa Inggris

Berikut ini adalah Contoh Daftar Pustaka untuk Makalah Bahasa Inggris. Meski kita membuat Makalah Bahasa Inggris, tetap aja kalau judul Buku yang dipakai sebagai rujukan adalah Buku Bahasa Indonesia, maka penulisan Judul Buku itu tetap dalam Bahasa Indonesia, sesuai dengan aslinya.

Alan, Evision. 1983. Oxford Learner’s Pocket Dictionary New York : Oxford University Press.
Ali, Muhammad. 1982. Penelitian Procedure dan Strategy. Bandung : Angkasa
Bram, Barly. 1995. Write Well, Improving Writing Skill. Yogyakarta : Kanisius
Burn, Robert B. 1994. Introduction to Research Methods. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1994. Kurikulum SLTP, GBPP, Jakarta : Depdikbud
Hornby, AS. 1984. Oxford Advantaged Learner’s Dictionary of current English. America : Oxford University Press.
Kerlinger, Fred N. 1964. Foundation of behavioral Research. USA : Holt, Rinehart and Winston INC.
Surakhmad, Winarno. 1981. Paper, Skripsi, Thesis and Disertasi. Bandung : Tarsito.
Webster, 1957. Webster’s New World Dictionary of American Language. New York : The Word Publisher Company

Categories
Catatan Harian

Usaha Mengatasi Masalah Lingkungan

Pertanian
Penekanan lebih besar diberikan pada produksi bahan pangan, sehingga akan cukup tersedia untuk memenuhi kebutuhan setiap orang dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu

Intensifikasi Pertanian
Yaitu menambah kualitas hasil pertanian dengan melakukan perbaikan-perbaikan dalam bidang bercocok tanam, meliputi : pemupukan, pengairan, pemilihan bibit unggul, pembuatan teras sawah rotasi tanaman dan lain-lain.

Ekstensifikasi Pertanian
Yaitu usaha menambah kualitas pertanian dengan jalan membuka hutan atau mengeringkan rawa-rawa untuk memperluas lahan pertanian.

Hutan

Reboisasi / Penghijauan
Yaitu penanaman kemballi tumbuh-tumbuhan atau pepohonan di kawasan yang telah gundul

Penebangan Selektif
Yaitu menebang tanaman dengan memilih mana kira-kira tanaman yang sudah layak ditebang dan mana yang masih harus dilestarikan.

Pencemaran
Setiap pabrik-pabrik atau industri-industri harus memiliki penyaringan asap dan tempat pembuangan limbah sehingga asap yang kotor tidak akan mencemari udara dan limbah-limbahnya tidak akan dibuang sembarang ke sungai sehingga tidak akan mencemari air.

Mengurangi / mengganti kendaraan yang dapat menimbulkan polusi

Categories
Catatan Harian

Dampak Over Population terhadap Lingkungan

Dengan semakin berkembangnya jumlah penduduk, maka semakin bertambah pula kebutuhan akan sandang, pangan dan papan. Sehingga mau tidak mau manusia harus mengambilnya dari lingkungan alam. Sehingga akibat dari pengambilan kekayaan lingkungan alam yang tidak terbatas menyebabkan dampak buruk bagi lingkungan

Pertanian
Bumi kita kira-kira 3,2 milyar hektar tanah yang potensial baik untuk pertanian. Separuh dari luas tanah itu yang paling subur dan paling mudah dijangkau oleh manusia telah digarap secara turun temurun dan terus menerus. Semakin bertambah manusia, cenderung semakin berkurang lahan pertanian dan pemukiman.

Diperkirakan pada saat jumlah penduduk dunia menjadi 2 kali lipat akan dihadapi krisis kekurangan tanah yang serius. Krisis kekurangan tanah pertanian tidaklah muncul secara tiba-tiba, melainkan diawali dengan berbagai gejala sebelum kebutuhan tanah pertanian melebihi dari cadangan tanah yang masih ada. Krisis berikutnya, segera menyusul. Produksi pangan tidak mencukupi kebutuhan hidup manusia. Produksi pangan seolah-olah tidak punya arti apa-apa, begitu mucul akan hilang lenyap ditelan lautan manusia. Harga-harga pangan akan melambung tinggi, sehingga pada saat terjadi bahaya kelaparan.

Hutan
Ada banyak sekali manfaat hutan yaitu diantaranya sebagai paru-paru dunia dan penghambat banjir.

Sebagai paru-paru dunia
Kita tahu bahwa di hutan terdapat banyak pepohonan hijau. Pepohonan tersebut melakukan fotosintesis sehingga akhirnya menghasilkan O2. Dan salah satu ciri dari hidup bahwa manusia itu bernafas dimana kita menyerap O2 dan mengeluarkan CO2. Dan bayangkan bagaimana seandainya hutan habis ditebang hanya untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas.

Sebagai Penghambat Banjir
Bencana banjir di Indonesia disebabkan oleh kerusakan hutan, baik disebabkan berladang secara berpindah-pindah, penabangan kayu oleh masyarakat sebagai mata pencaharian, penebangan kayu untuk dijadikan bahan energi dan untuk keperluan sendiri maupun untuk diperdagangkan, dan yang paling parah adalah penebangan secara modern dan besar-besaran oleh pengusah-pengusah kayu tanpa disertai seleksi yang baik dan tanpa disertai penanaman kembali.

Penebangan pohon-pohon di hutan tanpa penanaman kembali akan mengakibatkan lahan gundul sehingga ketika hujan air tidak diserap tanah karena tidak ada akar, sehingga air terus turun ke bawah dan terjadi banjir.

Pencemaran
Dari segi lain, akibat pertumbuhan penduduk eksponensial, lingkungan perkotaan mengalami pencemaran cukup berat, bersumber dari knalpot-knalpot kendaraan bermotor yang memuntahkan produk-produk karbondioksida setiap saat.

Pada sisi lain penduduk perkotaan juga diancam oleh membengkaknya polutan (zat-zat pencemaran yang menimbulkan polusi), sampah, limbah industri dan limbah rumah tangga.

Kini ancaman polutan bagi umat manusia yang sangat serius datang dari sampah-sampah organik. Beberapa contoh akibat semakin banyak sampah organik dibuang ke luar Baltik yang kemudian membusuk, kadar zat asam di dalam air laut terus menerus berkurang. Hal ini berakibat akan mematikan makhluk-makhluk hidup di laut, tidak terkecuali ikan.

Akibat dari eksploitasi yang melampui batas, secara langsung mempengaruhi kesehatan manusia, kesehatan lingkungan yang tidak memenuhi syarat menimbulkan macam-macam penyakit yang menyebabkan kematian ribuan orang setiap hari. Di negara berkembang penyakit yang membawa maut ialah penyakit menular seperti TBC, radang paru-paru, tipus, kolera dan sebagainya. Khususnya kesehatan lingkungan yang tidak memenuhi syarat, seperti air minum yang tidak baik, bahan makanan dijual tanpa kontrol, pemukiman yang tidak memenuhi syarat, tidak tersedianya fasilitas buang air, saluran-saluran air limbah, pembuangan sampah tidak teratur, tidak tersedianya air bersih dan sebagainya.

Categories
Catatan Harian

Sejarah Pendidikan di Indonesia

Dalam masyarakat Indonesia sebelum masuk kebudayaan Hindu, pendidikan diberikan langsung oleh orang tua atau orang tua-orang tua dari masyarakat setempat mengenai kehidupan spiritual moralnya dan cara hidup untuk memenuhi perekonomian mereka. Masuknya dan meluasnya kebudayaan asing yang dibawa ke Indonesia telah diserap oleh Bangsa Indonesia melalui masyarakat pendidikannya. Lembaga Pendidikan itu telah menyampaikan kebudayaan tertulis dan banyak unsur-unsur kebudayaan lainnya.

Sejarah pendidikan di Indonesia dimulai pada zaman berkembangnya satu agama di Indonesia. Kerajaan-kerajaan  Hindu di Pulau Jawa, Bali dan Sumatera yang mulai pada abad ke-4 sesudah masehi itulah tempat mula-mula ada pendidikan yang terdapat di daerah-daerah itu. Dapat dikatakan, bahwa lembaga-lembaga pendidikan dilahirkan oleh lembaga-lembaga agama dan  mata pelajaran yang tertua adalah pelajaran tentang agama. Tanda-tanda mengenai adanya kebudayaan dan peradaban Hindu tertua ditemukan pada abad ke-5 di daerah Kutai (Kalimantan). Namun demikian gambaran tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan di Indonesia didapatkan dari sumber-sumber Cina kurang lebih satu abad kemudian.

Ada 2 macam sistem pendidikan dan pengajaran Islam di Indonesia :

Pendidikan di Langgar
Di setiap desa di Pulau Jawa terdapat tempat beribadah dimana umat Islam dapat melakukan ibadanya sesuai dengan perintah agamanya. Tempat tersebut dikelola oleh seorang petugas yang disebut amil, modin atau lebai (di Sumatera). Petugas tersebut berfungsi ganda, disamping memberikan do’a pada waktu ada upacara keluarga atau desa, dapat pula berfungsi sebagai guru agama.

Pendidikan di Pesantren
Dimana murid-muridnya yang belajar diasramakan yang dinamakan pondok-pondok tersebut dibiayai oleh guru yang bersangkutan ataupun atas biaya bersama dari masyarakat pemeluk agama Islam. Para santri belajar pada bilik-bilik terpisah tetapi sebagian besar waktunya digunakan untuk keluar ruangan baik untuk membersihkan ruangan maupun bercocok tanam.
Pendidikan Pada Abad Ke Dua Puluh Jaman Pemerintahan Hindia Belanda Dan Pendudukan
Di kalangan orang-orang Belanda timbul aliran-aliran untuk memberikan kepada pendudukan asli bagian dari keuntungan yang diperoleh orang Eropa (Belanda) selama mereka menguasai Indonesia. Aliran ini mempunyai pendapat bahwa kepada orang-orang Bumiputera harus diperkenalkan kebudayaan dan pengetahuan barat yang telah menjadikan Belanda bangsa yang besar. Aliran atau paham ini dikenal sebagai Politik Etis (Etische Politiek)

Gagasan tersebut dicetuskan semula olah Van Deventer pada tahun 1899 dengan mottonya “Hutang Kehormatan” (de Eereschuld). Politik etis ini diarahkan untuk kepentingan penduduk Bumiputera dengan cara memajukan penduduk asli secepat-cepatnya melalui pendidikan secara Barat.

Dalam dua dasawarsa semenjak tahun 1900 pemerintah Hindia Belanda banyak mendirikan sekolah-sekolah berorientasi Barat. Berbeda dengan Snouck Hurgronje yang mendukung pemberian pendidikan kepada golongan aristokrat Bumiputera, maka Van Deventer menganjurkan pemberian pendidikan Barat kepada orang-orang golongan bawah. Tokoh ini tidak secara tegas menyatakan bahwa orang dari golongan rakyat biasa yang harus didahulukan tetapi menganjurkan supaya rakyat biasa tidak terabaikan. Oleh karena itu banyak didirikan sekolah-sekolah desa yang berbahasa pengantar bahasa daerah, disamping sekolah-sekolah yang berorientasi dan berbahasa pengantar bahasa Belanda. Yang menjadi landasan dari langkah-langkah dalam pendidikan di Hindia Belanda, maka pemerintah mendasarkan kebijaksanaannya pada pokok-pokok pikiran sebagai berikut :

Pendidikan dan pengetahuan barat diterapkan sebanyak mungkin bagi golongan penduduk Bumiputera untuk itu bahasa Belanda diharapkan dapat menjadi bahasa pengantar di sekolah-sekolah

Pemberian pendidikan rendah bagi golongan Bumiputera disesuaikan dengan kebutuhan mereka

Atas dasar itu maka corak dan sistem pendidikan dan persekolahan di Hindia Belanda pada abad ke-20 dapat ditempuh melalui 2 jalur tersebut. Di satu pihak melalui jalur pertama diharapkan dapat terpenuhi kebutuhan akan unsur-unsur dari lapisan atas serta tenaga didik bermutu tinggi bagi keperluan industri dan ekonomi dan di lain pihak terpenuhi kebutuhan tenaga menengah dan rendah yang berpendidikan.

Tujuan pendidikan selama periode kolonial tidak pernah dinyatakan secara tegas. Tujuan pendidikan antara lain adalah untuk memenuhi keperluan tenaga buruh untuk kepentingan kaum modal Belanda. Dengan demikian penduduk setempat dididik untuk menjadi buruh-buruh tingkat rendahan (buruh kasar). Ada juga sebagian yang dilatih dan dididik untuk menjadi tenaga administrasi, tenaga teknik, tenaga pertanian dan lain-lainnya yang diangkat sebagai pekerja-pekerja kelas dua atau tiga. Secara singkat tujuan pendidikan ialah untuk memperoleh tenaga-tenaga kerja yang murah. Suatu fakta menurut hasil Komisi Pendidikan Indonesia Belanda yang dibentuk pada tahun 1928 – 1929 menunjukkan bahwa 2 % dari orang-orang Indonesia yang mendapat pendidikan barat berdiri sendiri dan lebih dari  83% menjadi pekerja bayaran serta selebihnya menganggur. Diantara yang 83% itu 45% bekerja sebagai pegawai negeri. Pada umumnya gaji pegawai negeri dan pekerja adalah jauh lebih rendah dibandingkan dengan gaji-gaji Barat mengenai pekerjaan yang sama.