Categories
Catatan Harian

Contoh Proposal Skripsi Terbaru 2012

Berikut ini adalah Contoh Proposal Skripsi Terbaru dengan judul “Pengaruh Kegiatan Kelompok Belajar Siswa Terhadap Prestasi Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam”

Latar Belakang Masalah
Upaya pencapaian hasil belajar yang diharapkan dapat ditempuh dengan berbagai cara, diantaranya guru membimbing dan mengarahkan siswa agar dirinya merasa terpanggil, serta hingga ia mampu belajar mandiri baik individual maupun kelompok, misalnya dengan metode kerja kelompok, penugasan pemecahan masalah dan lain-lain. Dengan cara seperti ini timbul inisiatif siswa untuk membentuk belajar di lingkungan masyarakat sebagai tindak lanjut upaya guru dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Alloh berfirman : “dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatirkan terhadap kesejahteraan mereka” Depag RI (1990: 16)

Yang dimaksud dengan kegiatan kelompok belajar ialah aktivitas sekelompok orang-orang yang mempunyai tujuan yang sama, yaitu ingin mendapatkan suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan.

Dari hasil interaksi dengan lingkungan itu akan memperoleh keterampilan, kebiasaan, sikap kecakapan dan lain-lain.

Pada dasarnya kelompok kerja itu hampir sama dengan metode kerja kelompok, adapun yang membedakan antara keduanya hanyalah waktu pelaksanaannya saja, kerja kelompok biasa dilakukan dalam proses belajar mengajar di dalam kelas sedangkan kelompok belajar biasanya melakukan kegiatannya itu di luar jam pelajaran sekolah dan tidak diawasi oleh guru secara langsung, guru hanya memberikan arahan seperlunya kepada kelompok belajar untuk menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya, sehingga tugas dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan harapan yang diinginkan.
Itulah yang dimaksud kelompok belajar oleh penulis dalam penelitian ini.

Dengan adanya kelompok kegiatan belajar, semua anggota kelompok diharapkan mendapat tambahan waktu belajar yang maksimal di luar jam pelajaran di sekolah, mengingat alokasi waktu belajar sekolah, khususnya bidang studi pendidikan agama Islam nampaknya kurang memadai, disamping harapan itu agar berkembang dan tumbuh rasa percaya diri dan yang akhirnya akan mempertinggi prestasi belajar siswa khususnya prestasi belajar bidang studi pendidikan agama Islam.

Keberhasilan siswa dalam belajar tergantung kegiatan dan kedalaman belajar yang dilakukannya, baik faktor timbul dari dalam diri siswa maupun faktor yang timbul dari luar diri siswa.

Sementara itu prestasi belajar siswa di sekolah dasar negeri UnsilSter I dalam bidang studi pendidikan agama Islam, menurut pengamatan penulis dari hasil Sumatif secara kualitatif prestasi belajar siswa rata-rata mendapat nilai di bawah rata-rata (standar) dengan demikian prestasi belajar siswa menunjukkan tanda-tanda menurun.

Sejauh permasalahan tersebut diatas belum menunjukkan dan nyata kejelasannya, perlu dipermasalahkan bagaimana mekanisme kegiatan kelompok belajar siswa di Sekolah Dasar Negeri UnsilSter I, bagaimana prestasi belajarnya dalam bidang Studi Pendidikan Agama Islam dan apakah pengaruh kegiatan kelompok belajar siswa terhadap prestasi belajar pendidikan agama Islam berdasarkan latar belakang itulah penulis mengadakan penelitian tentang :

“PENGARUH KEGIATAN KELOMPOK BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM” (Studi Kasus di SD Negeri UnsilSter 1 Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya).

Categories
Catatan Harian

Perilaku, Perubahan dan Konflik Sosial

Perilaku sifatnya individual yang erat kaitannya dengan kepribadian yang terbentuk sepanjang hidup melalui proses sosialisasi. Sosialisasi adalah proses belajar yang dilakukan oleh seseorang semenjak masa kanak-kanak hingga masa tuanya, mengenai pola-pola tindakan dalam berinteraksi dengan segala ragam individu yang ada di sekelilingnya. Dalam sosialisasi ini terjadi proses pembinaan kepribadian (Personality Building) yang dapat membantu seseorang untuk menyesuaikan diri, oleh karena itu kepribadian sangat dipengaruhi oleh faktor genetika (Genotype), pengalaman pendidikan, perasaan, naluri, dan lingkungan. Sosialisasi dan kepribadian ini membentuk suatu sistem prilaku (Behaviour system) yang akan menentukan sikap (Attitude) seseorang. Kepribadian merupakan keseluruhan perilaku seseorang dan kecenderungannya dalam berinteraksi dengan serangkaian situasi.

Dalam setiap kehidupan sosial, terdapat kaidah untuk mengatur hubungan antara seseorang dengan orang lain atau seseorang dengan masyarakatnya, sehingga kehidupan bermasyarakat berlangsung suasana yang teratur karena setiap orang dituntut untuk mengikuti kaidah tersebut (Comformity) tetapi pada kenyataannya sering muncul perilaku yang menyimpang dari aturan normatif yang disebut deviation yaitu penyimpangan terhadap kaidah dan nilai-nilai dalam masyarakat, orang yang berperilaku menyimpang ini disebut deviants.

Tindakan sosial yaitu tindakan individu sepanjang tindakannya itu mempunyai arti atau arti subjektif bagi dirinya yang diarahkan pada tindakan orang lain, dengan tujuan untuk mendapatkan reaksi dari sasaran yang sesuai dengan harapannya, sedangkan pemahaman adalah suatu penafsiran seseorang terhadap tindakan tersebut sehingga dapat memberikan reaksi, adapun ciri-ciri dari tindakan sosial yaitu tindakan yang memiliki makna subjektif, tindakan nyata yang bersifat membatin sepenuhnya dan bersifat subjektif, tindakan yang berpengaruh positif tindakan yang diarahkan pada orang lain untuk mendapat respon dan tindakan merupakan respons terhadap perilaku orang lain.

Berdasarkan tingkat kemudahan untuk memahaminya, tindakan sosial dibedakan kedalam empat tipe yaitu :

Rasionalitas Instrumental (Zwerk Rational)
Tipe ini merupakan tindakan sosial murni artinya tindakan seseorang yang memperhatikan cara bertindak dan tujuan yang hendak dicapai dari tindakan tersebut

Rasionalitas Yang Berorientasi Nilai (Werktrational Action)
Tindakan yang dilakukan merupakan salah satu cara yang baik dan tidak bertentangan dengan kaidah, tetapi tidak diyakinnya sebagai cara yang terbaik untuk mencapai tujuan.

Tindakan Afektif (Affective Action)
Tindakan ini lebih didominasi oleh perasaan atau emosi dan kepura-puraan atau dibuat-buat sehingga tindakan ini sulit dipahami atau tidak rasional

Tindakan Tradisional (Traditional Action)
Tindakan ini merupakan tindakan yang tidak rasional yaitu tindakan seorang yang didasarkan pada kebiasaannya dalam mengadakan sesuatu baik yang biasa dilakukannya atau kekuasaan orang terdahulu.

Categories
Catatan Harian

Makalah Tentang Pengertian Negara

Pengertian negara menurut para ahli kenegaraan adalah negara sebagai :

  • Hane Kelsen, identik dengan hukum
  • Harold J. Laski, sistem peraturan-peraturan hukum
  • Mr. Soenarko, organisasi masyarakat yang mempunyai kekuasaan tertinggi
  • Jellinek, satu kesatuan ikatan dari orang yang bertempat tinggal di daerah tertentu
  • Bellefroid, persekutuan hukum yang menempati wilayah untuk selamanya
  • Prof. Djokosoetono, SH, organisasi manusia dibawah pemerintahan yang sama
  • Prof. Mr. R. Kranenburg, organisasi kekuasaan yang diciptakan kelompok manusia.

Beberapa pendapat tentang negara menurut sudut pandang orang berbeda.

  • Logeman, negara sebagai organisasi kekuasaan artinya organisasi kekuasaan yang menyatukan kelompok manusia bertujuan mengatur masyarakat dengan kekuasaan yang ada. Negara memaksa warganya untuk taat pada peraturan. Contoh : membayar pajak, pemilu wajibs berperan serta.
  • Mac Iver, Negara sebagai organisasi politik artinya negara merupakan perkumpulan manusia yang berfungsi untuk mengatur kepentingan umum dan memaksa warganya untuk patuh pada peraturan bila melanggar kena sanksi hukum
  • Prof. Dr. Soepomo, SH, teori integralistik (persatuan); Negara sebagai susunan masyarakat yang integral dari seluruh anggota masyarakat sebagai satu kesatuan yang organis. Cocok diterapkan di Indonesia.

Asal Mula Terjadinya Negara
Berdasarkan Pendekatan faktual yaitu berdasarkan fakta (kenyataan) yang benar-benar terjadi dari pengalaman dan sejarah dengan sebab-sebab antara lain :

Suatu daerah belum ada yang menguasai kemudian diduduki oleh suatu bangsa. Contoh Liberia (Pantai Afrika Barat) diduduki orang negro dari AS dimerdekan tahun 1847

Suatu daerah yang melepaskan diri dari ikatan negara tertentu. Contoh : Belgia terlepas dari Belanda tahun 1939, Norwegia dan Swedia masing-masing terpisah menjadi negara merdeka, Indonesia terlepas dari kerajaan Hindia Belanda merupakan pendekatan adanya fakta sejarah 17 Agustus 1945.

Peleburan (fusi) beberapa negara menjadi satu negara baru. Contoh : Jerman Raya (1871), The Great Britania (Inggris Raya) peleburan dari England dan Scotland

Negara yang pecah dan lenyap muncul negara baru diatas bekas wilayahnya. Contoh : Colombia dan Venezuela

Pendekatan Teoretis yaitu hasil analisis dengan dugaan atau pemikiran logis sifatnya hipotesis serta abstrak berupa pengamatan terhadap :

Categories
Catatan Harian

Pengertian, Teori dan Evaluasi Belajar

Bagaimana penterapan teori belajar dalam pembelajaran yang menggunakan KBK ? kemukakan 3 teori belajar yang anda ketahui !

Pada dasarnya penterapan teori belajar ini sangat bagus tetapi yang menjadi kendala adalah apakah KBK ini mampu diterapkan secara maksimal di sekolah-sekolah.

Ada 3 teori belajar berdasarkan proses belajar pembelajaran yaitu sebagai berikut :

Teori Belajar Thorndike (Koneksionisme). Thorndike memandang belajar sebagai suatu usaha memecahkan problem. Dalam belajar yaitu law of effect, law of exercise dan law of readiness. Law of effect, menyatakan bahwa tercapainya keadaan yang memuaskan akan memperkuat hubungan antara stimulus dan respons, maksudnya bila respon terhadap stimulus menimbulkan sesuatu yang memuaskan maka bila stimulus seperti itu muncul lagi subjek akan memberikan respons yang lebih tepat, cepat dan intens. Law of exercise, menyatakan bahwa respons terhadap stimulus dapat diperkuat dengan seringnya respon itu dipergunakan. Hal ini menghasilkan implikasi bahwa praktek, khususnya pengulangan dalam pengajaran adalah penting dilakukan. Law of readiness, menyatakan bahwa dalam memberikan respons subjek harus siap dan disiapkan. Hukum ini menyangkut syarat kematangan dalam pengajaran baik kematangan fisik maupun mental dan intelek. Stimulus tidak akan direspons bila pelajar kurang atau belum siap.

Teori pembiasan klasik (Classical Conditioning). Berkembang berdasarkan hasil eksperimen yang dilakukan oleh Ivan Pavlov (1849 – 1936). Pada dasarnya teori ini adalah sebuah prosedur penciptaan refleks baru dengan cara mendatangkan stimulus sebelum terjadinya refleks tersebut. Selanjutnya, skinner berpendapat bahwa proses belajar yang berlangsung dalam eksperimen Pavlov itu tunduk terhadap 2 macam hukum yang berbeda, yakni : law of respondent conditioning berarti hukum pembiasan yang dituntut, sedangkan law of respondent extinction adalah hukum pemusnahan yang dituntut.

Teori Pembiasaan Perilaku Respons (Operant Conditioning). Merupakan teori belajar yang berusia paling muda dan masih sangat berpengaruh di kalangan para ahli Psikologi belajar masa kini, teori ini adalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan yang dekat. Respon dalam Operant Conditioing terjadi tanpa didahului oleh stimulus, melainkan oleh efek yang ditimbulkan oleh stimulus yang meningkatkan kemungkinan timbulnya sejumlah respon tertentu, namun tidak sengaja diadakan sebagai pasangan stimulus lainnya (reinforcer).

Teori Pendekatan Kognitif . Teori ini adalah bagian terpenting dari sains kognitif yang telah memberi konstribusi yang sangat berarti dalam perkembangan psikologi pendidikan, Sains kognitif merupakan himpunan disiplin yang terdiri atas : psikologi kognitif, ilmu-ilmu komputer linguistik, intelegensi butan, matematika, epistemologi dan neuro psyuchology (psikologi syaraf). Pendekatan psikologi kognitif lebih menekankan arti penting proses internal, mental manusia. Dalam pandangan para ahli kognitif, tingkah laku manusia yang tampak tidak dapat diukur dan diterangkan tanpa melibatkan proses, seperti : motivasi, kesengajaan, keyakinan dan sebagainya.

Mengapa teori belajar itu dijadikan landasan dalam proses belajar pembelajaran?
Teori Belajar dijadikan landasan dalam proses belajar pembelajaran karena teori belajar dapat dipahami sebagai prinsip umum atau kumpulan prinsip yang saling berhubungan dan merupakan penjelasan atas sejumlah fakta dan penemuan yang berkaitan dengan pristiwa belajar dan juga teori psikomotor yang terjadi dalam diri siswa. Perubahan tersebut bersifat positif dalam arti berorientasi ke arah yang lebih maju daripada keadaan sebelumnya.

Categories
Catatan Harian

Sejarah Keraton Kasunanan Surakarta

Sejarah Berdirinya Keraton Kasunanan Surakarta

Penembahan Senopati yang waktu mudanya bernama Sutowijoyo memerintah di Mataram dari tahun 1585 sampai dengan tahun 1601. Pada tahun 1601 Raden Mas Jolang yang bergelar Susuhunan Hadi prabu Hanyakrawati menggantikan sebagai raja Mataram sampai dengan tahun 1913. setelah Susuhunan Hadi Prabu Hanyakrawati meninggal beliau digantikan oleh Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma, yang memerintah mulai tahun 1613 sampai tahun 1945. Pada saat pemerintahan Sultan Agung, keraton Mataram berada dalam puncak kejayaan. Karena banyak raja-raja yang ditaklukkan, yaitu raja-raja pesisir Utara Jawa Tengah dan Jawa Timur, Kalimantan Barat, Madura, Surabaya dan Cirebon.

Sultan Agung merupakan figur raja yang taat kepada agama Uslam dan tidak senang pada Belanda yang berada di tanah Jawa. Sultan Agung mempunyai cita-cita untuk menguasai seluruh pulau Jawa. Namun cita-cita Sultan Agung untuk menguasai seluruh pulau Jawa gagal. Karena pada waktu itu terdapat tiga kekuatan politik yaitu Mataram, Banten dan VOC di Batavia.

Rasa tidak senang dari Sultan Agung pada Belanda tersebut dapat kita lihat pada usaha Sultan Agung yang dua kali menyerang VOC di Batavia, sebagai pusat pemerintahan Belanda di Jawa. Tetapi usaha tersebut gagal karena terjangkitnya wabah penyakit dan kurangnya bahan pangan karena lumbung padi dibakar oleh Belanda. Sebagai rasa hormat dari pemerintah Indonesia yang sekarang telah merdeka maka Sultan Agung mendapatkan penghargaan sebagai salah satu Pahlawan Nasional yang berusaha mengusir penjajah dari bumi Indonesia.

Pada saat pemerintahan Sultan Agung Hanyakrakusuma, beliau banyak menjalin hubungan yang bersifat ekonomis dan politik dengan daerah-daerah lain. Bukti kerjasama tersebut dalam bidang ekonomi adalah Palembang dan Jambi menggantungkan kebutuhan berasnya dari Mataram. Karena rakyat di Palembang dan Jambi lebih suka menanam lada daripada padi. Juga pada tahun 1641 Mataram menjalin hubungan dengan bangsa Portugis di Malaka, Mataram mengirim beras ke Portugis di Malaka sedang bangsa Portugis di Malaka menyediakan keperluan sandang dan keperluan-keperluan perang Mataram. Sedangkan bukti kerjasama dalam bidang politik yaitu memberikan perlindungan kepada Palembang dan Jambi agar terhindar dari Expansi Aceh dan Banten. Yang kemudian perlindungan itu berakhir pada tahun 1642, pada saat armada Mataram dihancurkan oleh armada VOC di dekat Palembang. Bahkan sultan Agung Hanyakrakususma juga menjalin hubungan dengan pusat agama Islam di Mekkah, berkat hubungan tersebut beliau memperoleh gelar Sultan (Soewarso, 1985 :45).

Di zaman ini juga kebudayaan mengalami perkembangan yang pesat. Hasil kebudayaan Mataram menunjukkan adanya perpaduan antara kebudayaan Islam dengan kebudayaan Hindu dan Budha pada saat itu mempunyai pengaruh yang sangat besar dan kuat terhadap kebudayaan asli Jawa.

Pada tahun 1645 Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma meninggal kemudian beliau digantikan oleh Susuhunan Amangkurat I atau Amangkurat Agung yang memerintahkan mulai tahun 1645. berbeda dengan Ayahnya Susuhunan Amangkurat I bukan sebagai seorang raja yang bijaksana dan berwibawa, tetapi seorang raja yang bertangan besi dan bersahabat dengan VOC/Belanda, sehingga banyak ulama dan para bangsawan yang tidak senang kepada Amangkurat I. Sikap Amangkurat dalam menjalankan pemerintahan dengan tangan besi dan berusaha menggenggam seluruh kekuasaan tersebut terbukti pada masa itu para ulama dan sebagian rakyat dikejar-kejar, bahkan ribuan yang dihukum mati, karena mereka menentang politik Amangkurat I yang menjalin kerjasama dengan VOC. Para ulama yang berpengaruh besar terhadap rakyat, dianggap menyaingi kedudukan dan kekuasaannya.

Categories
Catatan Harian

Contoh Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel Terbaru 2012

Tema : Pendidikan
Judul Buku : Dendam Sang Juara
Penulis : Jazimah Al Muhyi

Tokoh/Penokohan
Nadra : Nadra adalah seorang gadis cantik yang pintar, baik, rajin dan optimis dalam segala hal. Dia termasuk orang yang ambisius, sombong, tidak mau terkalahkan dan mudah sekali tersinggung

Mahardika : Mahardika adalah seorang murid baru yang baik hati, tekun, pintar dan dia pandai sekali bergaul.

Mama Nadra : Mama Nadra adalah seorang ibu yang sangat perhatian, baik hati, pengertian dan penuh kasih sayang terhadap anaknya.

Alur :Maju

Tahapan Alur
Eksposisi : Nadra adalah murid yang paling pandai di kelasnya, tapi itu dulu karena sekarang ada seorang murid baru pindahan dari Bandung yang pandai sekali namanya Mahardika. Dika mampu mengalahkan nilai raport Nadra, sehingga Nadra menganggapnya ssebagai saingan yang berat. Nadra sangat membenci Mahardika karena telah mengalahkannya dan Nadra ingin membalas dendam atas kekalahannya.

Komplikasi : Adanya murid baru pindahan dari Bandung yang pintar, dan kepintarannya menyaingi kepintaran Nadra anak terpintar di kelasnya. Dan hal itu membuat Nadra benci dan dendam kepada Mahardika

Klimaks : Ketika Mahardika mengalahkan Nadra atas prestasinya. Nilai Mahardika lebih besar daripada nilai Nadra sehingga Nadra membenci Mahardika dan ingin membalas dendam atas kekalahannya dan Nadra berusaha keras untuk membalas kekalahannya

Antiklimaks : Nadra jatuh sakit akibat kelelahan berpikir sehingga dia tidak masuk sekolah dan ketinggalan pelajaran. Hal ini membuat Nadra sadar bahwa selama ini dia tidak mau mengakui keunggulan orang lain dan itu sangat salah dan dia berpikir selama ini dia terlalu egois

Categories
Catatan Harian

Perbedaan Metode Diskusi Kelompok dan Metode Konvensional

Metode Diskusi Kelompok :

  1. Ketergantungan positif satu sama lain disusun dan direncanakan
  2. Setiap individual dapat mengemukakan pendapatnya masing-masing dalam kelompok
  3. Terjadinya komunikasi dan interaksi pada semua peserta diskusi
  4. Adanya aktivitas dalam kelompok untuk membangun kepercayaan, komitmen, dan kohesi
  5. Setiap anggota kelompok dapat bertugas sebagai pemimpin yang bertanggung jawab secara bergantian
  6. Dibangun konsep demokrasi dengan menghargai pendapat orang lain
  7. Guru terus memonitor diskusi kelompok, mengarahkan dan menghidupkan suasana kelas

Metode Konvensional :

  1. Ketergantungan positif satu sama lain tidak disusun
  2. Setiap individu bekerja untuk diri sendiri bukan untuk kelompk
  3. Terjadi komunikasi dan interaksi hanya pada individu tertentu
  4. Tidak ada aktivitas dalam kelompok
  5. Setiap anggota kelompok menjadi pemimpin tetap
  6. Siswa bersifat individualistis keterampilan social hanya diterima begitu saja
  7. Guru tidak memonitor tugas-tugas yang telah dibagikan
Categories
Catatan Harian

Dampak Over Population terhadap Lingkungan

Dengan semakin berkembangnya jumlah penduduk, maka semakin bertambah pula kebutuhan akan sandang, pangan dan papan. Sehingga mau tidak mau manusia harus mengambilnya dari lingkungan alam. Sehingga akibat dari pengambilan kekayaan lingkungan alam yang tidak terbatas menyebabkan dampak buruk bagi lingkungan

Pertanian
Bumi kita kira-kira 3,2 milyar hektar tanah yang potensial baik untuk pertanian. Separuh dari luas tanah itu yang paling subur dan paling mudah dijangkau oleh manusia telah digarap secara turun temurun dan terus menerus. Semakin bertambah manusia, cenderung semakin berkurang lahan pertanian dan pemukiman.

Diperkirakan pada saat jumlah penduduk dunia menjadi 2 kali lipat akan dihadapi krisis kekurangan tanah yang serius. Krisis kekurangan tanah pertanian tidaklah muncul secara tiba-tiba, melainkan diawali dengan berbagai gejala sebelum kebutuhan tanah pertanian melebihi dari cadangan tanah yang masih ada. Krisis berikutnya, segera menyusul. Produksi pangan tidak mencukupi kebutuhan hidup manusia. Produksi pangan seolah-olah tidak punya arti apa-apa, begitu mucul akan hilang lenyap ditelan lautan manusia. Harga-harga pangan akan melambung tinggi, sehingga pada saat terjadi bahaya kelaparan.

Hutan
Ada banyak sekali manfaat hutan yaitu diantaranya sebagai paru-paru dunia dan penghambat banjir.

Sebagai paru-paru dunia
Kita tahu bahwa di hutan terdapat banyak pepohonan hijau. Pepohonan tersebut melakukan fotosintesis sehingga akhirnya menghasilkan O2. Dan salah satu ciri dari hidup bahwa manusia itu bernafas dimana kita menyerap O2 dan mengeluarkan CO2. Dan bayangkan bagaimana seandainya hutan habis ditebang hanya untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas.

Sebagai Penghambat Banjir
Bencana banjir di Indonesia disebabkan oleh kerusakan hutan, baik disebabkan berladang secara berpindah-pindah, penabangan kayu oleh masyarakat sebagai mata pencaharian, penebangan kayu untuk dijadikan bahan energi dan untuk keperluan sendiri maupun untuk diperdagangkan, dan yang paling parah adalah penebangan secara modern dan besar-besaran oleh pengusah-pengusah kayu tanpa disertai seleksi yang baik dan tanpa disertai penanaman kembali.

Penebangan pohon-pohon di hutan tanpa penanaman kembali akan mengakibatkan lahan gundul sehingga ketika hujan air tidak diserap tanah karena tidak ada akar, sehingga air terus turun ke bawah dan terjadi banjir.

Pencemaran
Dari segi lain, akibat pertumbuhan penduduk eksponensial, lingkungan perkotaan mengalami pencemaran cukup berat, bersumber dari knalpot-knalpot kendaraan bermotor yang memuntahkan produk-produk karbondioksida setiap saat.

Pada sisi lain penduduk perkotaan juga diancam oleh membengkaknya polutan (zat-zat pencemaran yang menimbulkan polusi), sampah, limbah industri dan limbah rumah tangga.

Kini ancaman polutan bagi umat manusia yang sangat serius datang dari sampah-sampah organik. Beberapa contoh akibat semakin banyak sampah organik dibuang ke luar Baltik yang kemudian membusuk, kadar zat asam di dalam air laut terus menerus berkurang. Hal ini berakibat akan mematikan makhluk-makhluk hidup di laut, tidak terkecuali ikan.

Akibat dari eksploitasi yang melampui batas, secara langsung mempengaruhi kesehatan manusia, kesehatan lingkungan yang tidak memenuhi syarat menimbulkan macam-macam penyakit yang menyebabkan kematian ribuan orang setiap hari. Di negara berkembang penyakit yang membawa maut ialah penyakit menular seperti TBC, radang paru-paru, tipus, kolera dan sebagainya. Khususnya kesehatan lingkungan yang tidak memenuhi syarat, seperti air minum yang tidak baik, bahan makanan dijual tanpa kontrol, pemukiman yang tidak memenuhi syarat, tidak tersedianya fasilitas buang air, saluran-saluran air limbah, pembuangan sampah tidak teratur, tidak tersedianya air bersih dan sebagainya.

Categories
Catatan Harian

Contoh Biantara Basa Sunda

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah Wassukru ala niamilah. Wassolatu Wassalam ala Rosulillah. Wa Ala Alihi Wa Sohbihi Wa maw walah amma ba’du

Girang pangajeng anu ku sim kuring dipihormat, Bapa miwah ibu guru anu ku sim kuring dipihormat, rerencangan sadaya anu ku sim kuring dipikameumeut.

Langkung tipayun mangga urang panjatkeun puja sinareng puji ka dzat Illahi Robbi, anu parantos nakdirkeun urang sadaya, tiasa patepung lawung paamprok jonghok dina ieu kasempatan anu sakieu mulyana. Mudah-mudahan Allah SWT tetep masihkeun pitulung sareng taufik-Na ka urang sadaya, dugi ka urang tiasa nyuprih hikmah, padilah sinareng manfaat, tina ieu acara sareng pamaksadan. Hadirin anu mulya, Alllah parantos ngagelarkeun makhlukna, tegesna umat manusa, kalayan rupi-rupi ras, bangsa, suku, sinareng golongan. Masing-masing ras, bangsa, sareng suku teh aya dipirang-pirang tempat sareng wilayah anu beda, ngagaduhan adat, budaya, bahasa sareng kabiasaan sewang-sewangan. Didawuhkeun dina kitab-Na, sadaya eta teh sangkan tiap-tiap bangsa, ras sareng suku teh silih kenal, silih hormat, jeung silih ajenan.

Litaarofu, kitu didawuhkeun dina Al-Qur’an!

Hadirin anu mulya, budaya anu tumuwuh di masing-masing bangsa sareng suku bangsa bangsa teh ngajenggelek jeung ngawujudna nyaeta dina basa, kasenian, pakean sareng adat kebiasaan sanesna. Sajaba ti eta, aya budaya anu langkung linuhung nyaeta budaya anu ngajenggelek dina wujud elmu pangaweruh, teknologi sareng anu sanesna.

Urang sadaya salaku warga hiji suku bangsa, nyaeta suku sunda, kawaris ku para karuhun, hiji budaya nyaeta budaya Sunda. Kakoncara budaya anu linuhung, anu rembeuy ku seni anu luhur ajenna, waditra anu dipikawanoh ku sakumna jalma saperti angklung, kacapi, sareng sajabina. Seni sora anu kakocap ka manca nagasa saperti seni degung, kawih sareng cianjuran, diwuwuh ku alam anu endah, hejo lembok sugih mukti, subur tutuwuhan, beunghar pepelakan, eta sadayana anugrah ti Allah SWT kanggeurang sadaya, seuweu siwi pajajaran.

Hadirin anu mulya, nya kawajiban urang sadaya ayeuna, nyaeta ngamumule, miara, ngajaga ngariksa sakumaha budaya warisan karuhun tea. Patarosanana kumaha carana urang ngajaga sinareng ngariksa budaya urang sunda?. Pamendak sim kuring mah, kahiji urang sadayasing rajin diajar, khususna tina rupi-rupi materi anu aya patalina sareng budaya sunda. Urang sing wanoh, sing kenal kana budaya sunda. Kadua, urang sing heman, sing nyaah kana budaya urang, kana basa sunda umpamana, urang kudu rancingeus bisi aya batur anu ngaruksak kana basa sunda, anu nyarita ku basa sunda tapi teu puguh alang ujurna, sunda lain malayu lain. Urangna sorangan deuih ulah mirucaan nyarita basa sunda bari teu kantenan undak usukna. Pon kitu deui kana kasenian asli sunda, aya paribasa jati kasilih ku junti. Degung, kawih kahihilapkeun da moho teuing kana dangdut elektunan.

Mudah-mudahan, ti ayeuna kapayun aya kereteg dina manah urang sadaya, hoyong ngamumule, ngajaga sinareng ngariksa budaya sunda, budaya urang sadaya, Amiin.

Sakitu anu ka sanggakeun pamungkas pihatur, agung cukup lumur jembar pangampura, tina sadaya kakirangan sareng kalepatan.

Wabillahi Taufik Wal Hidayah

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Categories
Catatan Harian

Pengertian dan Macam-Macam Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)

Cooperative learning is the instructional use of small groups which encourage students to work together to maximize their own and each other learning structured, more prescriptive and directive it is (Johnson et al 1990)

Lie Anita dalam bukunya yang berjudul “Cooperative Learning” mengutip perkataan Roger dan David Johnson bahwa ada lima unsur model pembelajaran kooperatif yaitu : saling ketergantungan positif, tanggungjawab perseorangan, tatap muka, komunikasi antar anggota dan evaluasi proses kelompok

Kata kunci pembelajaran kooperatif adalah :

  • Tim
  • Pengelolaan Kerjasama
  • Keinginan untuk bekerjasama melalui pengerjaan serangkaian tugas dan penghargaan
  • Keahlian untuk bekerjasama
  • Interaksi yang simultan
  • Terdiri dari serangkaian tahapan yang berbeda dalam setiap model (Kagan 1992)

Tehnik-teknik yang dapat dipakai dalam pembelajaran model kooperatif learning adalah : Jigsaw, STAD, TGT (Slavin 1990) Write Pair Square, Think Pair Square, Inside-Outside Circle, Round-Robin, NHT, Two Stay Two Stray (Kagan 1992), Group Investigation (Sharan et al), Learning Together (Johnson et al 1990), Cooperative Controversy (Johnson and Johnson 1987) Murder – Mood, Understand, Recall, Detect, Elaborate, Review (Hythecker et al 1988)

Write-Pair-Square adalah salah satu teknik pembelajaran kooperatif dengan cara : siswa mula-mula bekerja sendiri, kemudian setelah itu mendiskusikan hasil kerjanya dengan temannya secara berpasangan lalu mereka membahas ulang pekerjaannya dalam kelompok yang terdiri dari empat orang. Terakhir siswa mendiskusikan pekerjaannya bersama-sama didalam kelas dipimpin guru (Kagan 1992)

Two Stay Two Spray adalah salah satu teknik pembelajaran kooperatif dengan cara : siswa mula-mula bekerja didalam kelompok, yang terdiri dari empat orang lalu dua diantaranya menjadi tamu ke kelompok lain untuk membahas dan mengecek hasil pekerjaan kelompok yang didatangi sementara dua siswa tinggal dalam kelompok untuk menerima kunjungan dari kelompok lain guna melakukan hal yang sama, setelah kegiatan itu siswa kembali ke kelompok asal dan terakhir mendiskusikan hasil kerjasanya secara klasikal.